Ada Adek Kecil Teriak “Takbil” dari atas mobil komando aksi 212

Anak berusia lima tahun digendong kakaknya diatas mobil komando 212 (foto: CNN Indonesia)

KomnasAnak.com, NASIONAL - Dalam unjuk rasa aksi 212 pada Jumat (21/2) terlihat seorang anak berusia lima tahun meneriakkan takbir dari atas mobil komando.

Sambil digendong kakaknya, adek yang masih cadel itu berkali-kali meneriakkan takbir di atas mobil komando sebelum mengumandangkan ayat Al-Quran surat Ar-Rahman.

Takbil! Takbil!,” teriak adek yang diketahui merupakan santri asal Tasikmalaya, Jawa Barat di lokasi aksi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/2).

Komisioner KPAI, Jasra Putra mengatakan unjuk rasa membuat hak anak untuk mendapat tempat yang nyaman tidak terpenuhi. Lebih lagi, banyak anak-anak yang kelelahan setelah menempuh perjalanan dari luar kota bersama orang tuanya yang jadi peserta aksi.

Sementara itu, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, berdelit pihaknya tidak bermaksud mengikutsertakan anak kecil tersebut. Pihaknya hanya ingin menunjukkan keterampilan anak menghafal Al-Quran.

Nggak ada, itu dibawa sama ayahnya untuk membaca Al-Quran saja,” kata Slamet saat ditemui Detiknews.com usai aksi. Slamet mengatakan tujuan anak tersebut membaca Al-Quran hanya untuk memotivasi anak lain.

Anak itu sendiri, lanjut Slamet, langsung dibawa pulang oleh orang tuanya sesaat setelah turun dari panggung. Sehingga tidak mengikuti kegiatan demonstrasi.

Tapi ketika acara orasi berlangsung, anaknya sudah pulang. Jadi kita hanya fokus untuk membaca ayat Qur’an,” katanya.

KPAI sendiri telah berencana untuk memanggil panitia dan penanggungjawab acara aksi 212 tersebut. Bagaimanapun, pelibatan anak dalam aksi unjuk rasa melanggar UU no. 35 tahun 2014 pasal 15 huruf A tentang hak perlindungan anak dari penyalahgunaan kegiatan politik.

KPAI sendiri mempertimbangkan untuk memanggil panitia penyelenggara Aksi 212. Sebab, pelibatan anak dibawah umur dalam aksi itu dinilai melanggar hak-hak anak.

Tentu ini sangat kita sayangkan, situasi yang sama sebetulnya terjadi (aksi 212 pada) 2019, juga banyak melibatkan anak-anak. Kita akan pertimbangkan untuk memanggil panitianya lagi,” kata Jasra saat dihubungi CNNIndonesia.com.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar