Komnas Perlindungan Anak Bangun Program Kemitraan Strategis dengan Kementerian PPPA

Ketua Komisi Perlindungan Anak (Arist Merdeka Sirait) Saat Beraudiensi Dengan Kementerian PPPA
KomnasAnak.com, NASIONAL - Rabu (5/2), Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerima Dewan Komisioner Komisi Nasional perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, di ruang kerjanya. Pertemuan ini dimaksudkan untuk membicarakan partisipasi menjalankan 5 program Prioritas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak di Indonesia yang menjadi visi dan misi dari Presiden dan Wakil Presiden RI.

Lebih lanjut, pertemuan bernuansa kehangatan ini membicarakan tindak lanjur dan peran lembaga termasuk Komnas Perlindungan Anak (PA) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Nusantara untuk menjalankan dan ikut serta dalam mengimplementasikan dan mewujudkan 5 pokok program priorias tersebut.

Poin program prioritas yang akan menjadi garapan Komnas PA adalah program pengurangan jumlah perkawinan anak dan pengurangan jumlah pekerja anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan seksual. Termasuk didalamnya penanganan eksploitasi anak secara seksual komersial, penanganan perbudakan seks anak (child sexual bonded) dan kerjasama memutus mat rantai kekerasan terhadap anak.

Dalam waktu dekat percakapan itu akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Akta Nota Kesepemahaman (MoU) guna mengatur peran serta kelembagaan.

Untuk memastikan kebersamaan pengimplementasian 5 pokok program prioritas tersebut, sebelumnya Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas PA menjelaskan latar belakang sejarah tentang keberadaan, dan peran serta hadirnya Komnas PA dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-nusantara dalam Gerakan Nasional Perlindungan Anak di Indonesia. Sejak didirikan di tahun 1998 oleh pemerintah dan masyarakat dengan bantuan teknis Badan PBB urusan anak, UNICEF.

Pada kesempatan itu, Arist Merdeka Sirait menjelaskan bahwa untuk memastikan implementasi MoU Gerakan Perlindungan Anak di Indonesia dan menjalankan visi misi tersebut, saat ini telah dibentuk LPA yang terverfikasi kelembagaannya di 179 kabupaten, kota, dan provinsi sebagai mitra kelembagaan di daerah yang siap menjalankan 5 pokok program prioritas itu di masing-masing daerah.

Pertemuan yang dihadiri Dhanang Sangkono Sekretaris Jenderal, Muhammad Uut Lutfi Komisioner Bidang Penguatan Kelembagaan dan Jaringan Kerja, Lia Latifah komisioner Pengembangan Sumber Perlindungan Anak, dan staff Komnas PA juga membicarakan rencana program kerjasama pelatihan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak berbasis Konvensi Hak Anak (KHA) bagi para aktivitas dan stakeholder perlindungan anak di Indonesia.

“Disamping itu, dalam audiensi penuh keakraban dengan ibu menteri yang didampingi Asdep Deputy Perlindungan Anak tersebut juga diperbincangkan rencana kunjungan kerja ke komunitas anak di daerah yang dibangun masyarakat, LPA dan forum anak serta rencana Hari Anak,” kata Arist.

“Terimakasih ya pak Arist telah datang mengunjungi Kemen PPPA bersama Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak. Kunjungan ini sangat luar biasa dan penghargaan bagi kami,” ujar ibu mentri PPPA setelah mendengar panjang lebar penjelasan Arist Merdeka mengenai maksud kedatangan dan audiensi tersebut.

Ibu menteri meresponnya bahwa masukan dan usulan Komnas Perlindungan Anak yang disampaikan akan segera kami tindaklanjuti dan meminta kesediaan Komnas Perlindungan Anak turun bersama untuk membangun gerakan memutus mata rantai kekerasan terhadap anak sebagai bagian program strategis pemerintah. Dengan penuh keakraban audiensi di akhiri dengan sesi minum kopi dan the serta foto bersama. (Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar