Pemerintah Pastikan Pemulangan Anak Eks ISIS ke Indonesia

Menko Polhukam, Mahfud MD, memastikan pemerintah siap pulangkan anak eks ISIS (foto: CNN Indonesia)

KomnasAnak.com, NASIONAL - Menko Polhukam, Mahfud MD, memastikan pemerintah akan memulangkan anak-anak eks ISIS ke Indonesia. Mereka yang dipulangkan adalah anak yatim piatu berusia dibawah 10 tahun.

Keputusan ini diambil pemerintah dengan pertimbangan jika anak dibawah 10 tahun mudah dipulihkan dari ideologi ISIS. Setelah pendataan, anak yatim piatu eks ISIS akan dicarikan tempa tinggal oleh negara atau dikembalikan pada kerabat anak tersebut.

“sekarang sudah mulai diidentifikasi bagaimana apakah ada orang tuanya atau tidak. Anak-anak kecil sekarang yang ada di camp-camp pengungsian itu dilihat data yang diduga atau diketahui sebagai WNI mulai di data. Yang di bawah 10 tahun apakah ada orang tuanya atau enggak. Itu dulu yang penting sekarang sedang dimulai langkah awal,” kata Mahfud MD.

Mahfud menegaskan bahwa negara hanya akan memulangkan anak dibawah 10 tahun dengan asumsi seumpama sudah terpengaruh ISIS namun masih bisa diperbaiki karena masih kecil. Pemerintahpun telah memikirkan pengawasan seperti apa yang akan diberikan tanpa membuat anak tersebut stress.

Mahfud meminta agar masyarakat percaya kepada negara tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pemulangan anak eks ISIS ini.

“percayakan saja ke negara, dirawat bagaimana dan sebagainya, negara itu sudah meyiapkan segalanya,” kata Mahfud.

Ia memastikan bahwa pemerintah sedang mendata dan mengidentifikasi anak eks ISIS yang saat ini terlunta-lunta. Hanya saja, pemerintah tidak bisa membuka semua perkembangannya ke publik. Mahfud khawatir akan banyak pihak yang nantinya justru mendatangi anak-anak itu saat mereka telah berhasil kembali ke Indonesia.

“nanti anak-anak kecil didatangi lagi ke rumahnya, tambah stress dia,” kata Mahfud.

Dalam kesempatan berbeda, Mahfud mengatakan pemerintah mungkin telah menyediakan perumahan khusus bagi anak-anak eks ISIS ini.

Hal itu dkatakan Mahfud ketika hadir dalam acara penyampaian perkembangan analisa dan evaluai sistem penanganan perkara tindak pidana terpadu berbasis teknologi informasi (SPPT-TI).

“mungkin negara punya sendiri perumahan yang akan disediakan,” kata Mahfud.

Sementara itu, guna mengantisipasi WNI eks ISIS dewasa yang akan memasuki wilayah Indonesia, Mahfud memastikan bahwa pemerintah telah memblokir paspor mereka.

“menyiapkan juga mengantisipasi kalau ada rembesan orang yang tidak diketahui paspornya dibakar, tiba-tiba dia masuk dari Singapura,” kata Mahfud.

“Singapura kan ke sini bebas visa. Nah seperti itu, agak-agak rumitlah. Pokoknya pemerintah sedang berjalan mengerjakan itu, dan yang dipercaya secara teknis adalah BNPT,” lanjutnya.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar