Perkara Asmara, Siswa SMP di Kudus Dikeroyok Sampai Alami Trauma

Siswa di Kudus yang dikeroyok 8 siswa lain

KomnasAnak.com, Kudus - Viral di media sosial sebuah video pengeroyokan yang terjadi pada Selasa, 25 Februari 2020 lalu. Dalam video tersebut terlihat seorang siswa SMP dikeroyok oleh delapan siswa lain.

Siswa korban bullying tersebut menangis di tengah jalan dan sejumlah perempuan lain melarikan diri saat dipergoki warga.

"Sing ndi mau sing di anu? Rene! (Yang disakiti tadi mana? Sini!)," tanya perekam.

"Ayo ning polisi, diapakno?, Kuwe dewekan? (Ayo ke polisi, kamu diapain? Kamu sendirian?)," tambah perekam.

"Heh... Kancamu ndi (temanmu mana?)," perekam kembali bertanya.

"Itu...," jawab korban sambil menangis.

"Lha perkoro opo? (Lha masalahnya apa?)," tanya perekam.

"Nggak tahu," jawab korban.

Berdasarkan informasi, kejadian tersebut terjadi di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Joko Susilo, mengkonfirmasi kejadian tersebut.

Korban bullying tersebut diketahui berinisial J (13), siswa SMP N 3 Bae Kabupaten Kudus.

Saat ini pemerintah telah memberikan pembinaan kepada siswa dan guru SMP N 3 Bae.

"Sudah diselesaikan pihak sekolah, dan dinas sudah melakukan pembinaan ke sekolah baik itu kepada guru dan siswanya," jelas Joko melalui Whatsapp (26/2), dilansir dari Tribun Jateng.

Selain itu, ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus, Noor Haniah, menyatakan pihaknya telah melakukan pendampingan pada korban.

Noor mengatakan bahwa korban mengalami trauma sampai tidak bisa makan dan tidur.

"Ya katanya korban ini semalam tidak bisa tidur dan dari malam kemarin belum makan. Makanya sekarang mau saya ajak makan dulu," kata Noor kepada wartawan pada Rabu (26/2).

JPPA tengah mengupayakan penyelesaian masalah ini secara kekeluargaan.

"Kami sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan semua pihak, baik korban dan pelaku," kata Noor.

Kasus tersebut melibatkan pelajar dari tiga sekolah, SMP N 3 Bae, SMP N 2 Bae, dan SMP Istiqlal. Namun, penganiaya hanya satu pelajar berinisial A(15).

Menurut pengakuan korban, pelaku hanya menamparnya dan tidak melakukan hal lain.

Peristiwa ini menurut Noor diakibatkan oleh masalah percintaan. Di duga pelaku dan korban menyukai satu pria yang sama.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar