Ayo Ajarkan Pentingnya #dirumahaja Pada Anak Dengan Cara Ini


KomnasAnak.com, NASIONAL - WHO telah meningkatkan status Corona sebagai pandemic global pada 11 Maret lalu. Virus ini telah menyita perhatian seluruh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Menyusul meningkatnya kasus Corona, beberapa daerah di Indonesia pun membuat peraturan social distancing dan isolasi dini. Pemerintah telah menerapkan kebijakan bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah.

Beberapa orang mungkin sulit menerima keadaan ini, terutama anak-anak yang harus mengubah aktivitasnya secara drastic. Di saat inilah anak-anak perlu pendampingan penuh dari orang tua untuk dapat menjalani isolasi diri.

Menurut Psikolog Anak asal Pontianak, Verty Sari Pusparini, orang tua perlu mengadakan kegiatan menarik untuk menyampaikan pesan tentang social distancing atau karantina mandiri. Misalnya dengan 3B, yakni Bercerita, Bermain, dan Bernyanyi.

“Bercerita bisa menggunakan berbagai materi mengenai Covid-19 yang sudah tersebar di media sosial saat ini. Gunakan cerita yang memang diperuntukkan bagi usia anak. Cerita akan menarik ketika anak mendapat gambar atau ilustrasi,” kata Verty seperti dikutip dari Hi!Pontianak, Sabtu (21/3).

Terkadang bercerita aja tidak mampu menjangkau pemahaman anak. Maka dari itu, ajak anak untuk bermain. Dengan melakukan peran seperti drama bagaimana menjaga jarak dengan orang lain, dan melakukan karantina mandiri.

“Selanjutnya, bisa juga membuat lagu sendiri yang simple mengenai Covid-19, sehingga kita perlu untuk menjaga diri atau karantina di rumah,” ujarnya.

Jika anak sudah paham apa itu virus corona, orang tua bisa mengajarkan cara pencegahannya. Untuk mengajarkannya, orang tua perlu melakukan praktik langsung cara pencegahan virus tersebut.

“Langkah berulang-ulang, sehingga anak paham dan bisa mengikuti aturan isolasi. Orang tua atau pengasuh perlu jadi model, supaya anak bisa mengikuti. Misalnya orang tua juga membatasi diri keluar rumah,” ungkap Verty.
Verty juga menghimbau agar orang tua bercerita sesuai fakta dan tidak berlebihan. Jangan sampaikan tentang kematian akibat Corona, tapi sampaikan langkah menekan penyebarannya. Ia juga meghimbau agar orang tua mendampingi penuh anaknya ketika menjalani social distancing.

“Sampaikan sesuai fakta, hindari melebih-lebihkan atau menakuti. Hindari penekanan pada kematian, namun kita bisa menghindari terjangkit covid-19. Yang terutama, dampingi anak saat masa isolasi diri dan social distancing ini. Apalagi bagi anak yang butuh beradaptasi karena perubahan rutinitas. Jadikan momen isolasi diri sebagai waktu untuk mempererat hubungan dan semakin mengenal anggota keluarga,” lanjutnya.

Verty menambahkan, menciptakan kegiatan yang menyenangkan di rumah juga akan membuat anak betah. Jadi, orang tua tidak perlu mengajak anak pergi ke mall atau objek wisata, agar anak tidak bosan. Di saat situasi seperti ini, peran orang tua sangat dibutuhkan, agar kondisi psikis anak tetap terjaga.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar