Ayo Simak 15 Protokol Area Pendidikan Untuk Cegah Corona

KomnasAnak.com, NASIONAL - Pemerintah Indonesia bersama jajaran kementerian telah menyusun beberapa protocol untuk diterapkan oleh masyarakat. Hal ini menyusul keputusan WHO yang menyatakan Corona (COVID-19) sebagai pandemic global.

Salah satunya adalah Protokol Area Pendidikan. Diantaranya menginstruksikan agar sekolah-sekolah menyediakan sarana cuci tangan. Meminta seluruh warga sekolah untuk slalu hidup bersih dan sehat. Serta kewajiban membersihkan ruangan sekolah minimal 1 kali sehari dengan desinfektan.

Berikut ini adalah isi lengkap Protokol Area Institusi Pendidikan.

PROTOKOL AREA INSTITUSI PENDIDIKAN

Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi COVID-19.

Menyediakan sarama untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alcohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.


Menginstruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alcohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga teratur, tidak merokok, dan memebuang sampah pada tempatnya.

Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, computer, meja, keyboard, dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Memonitor absensi (ketidakhadiran) warga sekolah. Jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas disarankan untuk segera ke fasislitas keseharan terdekat untuk memeriksakan diri.

Memberikan himbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas untuk mengisolasi diri di rumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain.

Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada). (dalam hal ini bukan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan, sehingga Kemeterian Kesehatan tidak memberikan masukan).

Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit ynag berkaitan degan pernapasan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependdikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu. (dalam hal ini bukan kewenangan Kementerian Keseharan untuk menetapkan, sehingga Kementerian Kesehatan tidak memberikan masukan).

Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga pendidikan yang punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakuakn pemeriksaan lebih lanjut.

Memastikan makanan yang tersedia di seklah merupakan makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang.

Menghimbau seluruh warga sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum, dan alat music tiup yang akan meningkatkan resiko terjadinya penularan penyakit.

 Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dsb).

Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah (berkemah, studi wisata).

Melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu yang datang ke institusi pendidikan.

Warga sekolah dan keluarga yang berpergian ke negara dengan transmisi local Covid-19 (Informasi daftar negara dengan transmisi local COVID-19 dapat diakses di https://infeksiemerging.kemkes.go.id) dan mempunyai gejala demam atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area sekolah.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar