Banyak Terima Komplain, Jateng Evaluasi Program Belajar di Rumah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

KomnasAnak.com, Jawa Tengah - Sudah seminggu sejak kebijakan belajar di rumah diselenggarakan. Para pelajar mulai mengeluhkan beban tugas dari guru yang kian menggunung.

“Evaluasi dari pelaksanaan belajar di rumah perlu segera dilakukan, karena banyak yang menyampaikan kepada saya anak SD, SMP, SMA sederajat, bahkan mahasiswa sudah mulai komplain,” kata Gubernur Jateng, Ganjar pranowo, Minggu (22/3).

“Mungkin mereka bosan dan proses belajar daringnya itu ternyata tidak interaktif, cenderung satu arah dalam bentuk beban-beban tugas yang panjang,” tambahnya.

Sebagai respon, Ganjar akan mengambil langkah evaluasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Nantinya, guru-guru tak lagi berangkat ke sekolah dan bekerja dari rumah.

“Maka saya minta kepada Kepala dinas Penddiikan Provinsi untuk menyampaikan kepada para sekolah dan guru,” terangnya.

“Guru-guru, anda juga boleh bekerja di rumah sekolahan dijaga oleh kepala sekolah, TU, atau guru piket secara bergantian sehingga mereka tetap bisa bekerja di rumah lebih banyak,” jelas dia.

Ganjar menambahkan agar pembelajaran daring dilakukan melalui dua arah. Selain itu, pelajar tidak perlu lagi dibebani tugas-tugas berat dalam waktu terbatas.

“Murid-murid jangan terlalu dibebani dengan tugas-tugas. Yang rata-rata mereka complain ke saya adalah bukan belajar metode daring, tapi ugru memberikan tugas PR yang banyak dengan deadline waktu mepet sehingga anak-anak ini menjadi merasa beban yang berat,” pungkasnya.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar