Ganjar Ajak Siswa Berani Laporkan Bullying: Lapor Saya Kalau Tidak Direspon Guru!

Gubernur Ganjar Pranowo dalam kegiatan Dialog Gayeng bersama Wakil Khusus Sekjen PBB Untuk Kekerasan Terhadap Anak, Gubernur, Anak-anak, dan Multi Stakeholder, di Wisma Perdamaian (Ayosemarang.com)
KomnasAnak.com, Semarang - Dialog Gayeng bersama Wakil Khusus Sekjen PBB untuk Kekerasan Terhadap Anak di Semarang, pada Jumat (6/3) disambut hangat oleh ratusan anak-anak yang menghadirinya.

Turut hadir pula Wakil Khusus Sekjen PBB Bidang perlindungan anak, Dr Najat Maali M’jid, Gubernur Ganjar Pranowo, dan multi stakeholders.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Perdamaian ini banyak membicarakan permasalahan terkait anak-anak. Mulai permasalahan di sekolah, kekerasan yang dialami anak, hingga bullying dari teman-temannya. Hal yang menjadi perhatian Gubernur Ganjar Pranowo.

“Kalau kita dipukul sakit, ya jangan mukul. Kalau kita diejek sakit, ya jangan ngejek. Sayangilah kawan-kawanmu,” ungkap Ganjar yang disambut meriah para peserta dialog.

Ganjar pun berpesan kepada anak-anak untuk tidak takut melaporkan kepada guru jika mendapat perlakukan atau tindakan bullying.

“Jangan takut melapor kepada bu guru atau pak guru. Kalau nggak didengerin, laporkan pak Gubernur lewat medsos,” tambahnya.

Pihaknya menegaskan, dirinya punya pekerjaan rumah jika pada 2030 tidak ada lagi kekerasan terhadap anak. Maka dari itu, 10 tahun ini, lanjutnya, menajdi momentum untuk membuat kebijakan public untuk mendorong itu.

Sementara itu, Ari Rukmantara, perwakilan UNICEF untuk wilayah Jawa mengungkapkan jika agen perubahan di SMP 33 Semarang memberi gambaran terkait penanganan bullying di sekolah.

“kita punya contoh di SMP 33. Disana merupakan agen perubahan, dimana setengah korban dan aktor bullying. Mereka akhirnya berkomitmen meniadakan bully di sekolah. Karena berhasil akhirnya diekspandi ke sekuruh sekolah di Semarang. Itu yang dipelajari wakil sekjen PBB disini,” kata Ganjar.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar