Ini yang Perlu Anda Ketahui Tentang Corona pada Anak-Anak

KomnasAnak.com, NASIONAL - Media sedang gencar memberitakan Corona. Tapi sadarkah anda, anak-anak kadang "hilang" dari pemberitaan.

Meskipun kasus terkonfirmasi Corona mencapai lebih dari 44.000 kasus di China, nyatanya hanya ada 416 (kurang dari 1%) kasus pada anak dibawah 9 tahun. Selain itu, tidak ada kematian yang dilaprkan pada kelompok usia ini.

Sedangkan di Australia, hanya satu anak yang sejauh ini telah dikonfirmasi terinfeksi virus Corona.

Tapi hal ini tetap menyisakan pertanyaan, mungkinkah rendahnya angka kasus pada anak ini disebabkan karena: anak minim kontak langsung dengan virus, memang hanya sedikit anak terinfeksi, atau sedikitnya anak yang menunjukkan gejala parah.

Kepala Media Australia, Dr Brendan Murphy mengatakan jika infeksi Corona sangat “tidak biasa” jika dibandingkan dengan influenza.

“Kami tidak tahu apakah anak-anak mungkin terkena penyakit itu, tapi (gejalanya) sangat ringan sehingga mereka tidak terdeteksi, atau mereka tidak menjadi sakit, atau apakah mereka tidak rentan pada virus ini,” katanya.

Doktor dari China melaporkan bahwa anak yang terinfeksi kadang mengalami batuk, hidung tersumbat, ingusan, diare, dan  sakit kepala. Kurang dari setengah anak – anak inii terkena demam. Banyak juga yang tidak menunjukkan gejala.

Banyak anak dan remaja yang terinfeksi Corona di China hanya memiliki gejala ringan dan sembuh dalam dua minggu.

Selain itu, Professor Robert Booy dari Pusat Penelitian dan Pengawasan Imunisasi nasional Australia mengatakan jika anak-anak di luar China hanya menderita  gejala ringan, seperti dilansir oleh ABC News.

“Anak-anak yang tertular virus di luar negeri haya memiliki gejala rigan seperti demam dan gejala penapasan  atas,” katanya.

Selama vaksin untuk virus Corona belum ditemukan, WHO dan UNICEF tetap menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan secara ketat dan membatasi pertemuan dengan orang lain atau berada di tempat umum.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar