Kemen PPPA Akan Tindaklanjuti Kasus Video Viral Pelecehan pada Seorang Siswi

Menteri Bintang Puspayoga
KomnasAnak.com, NASIONAL - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Bintang Puspayoga, telah mencermati dan merasa perihatin dengan beredarnya video bullying terhadap pelajar perempuan yang sontak membuat masyarakat geram.

“Saya merasa perihatin dan geram terhadap video tersebut yang kami anggap sebagai bentuk kekerasan dan perundungan terhadap siswi. Terlebih lagi kasus ini terjadi di institusi pendidikan dan dilakukan secara sadar kemudian direkam dan disebarluaskan hingga viral,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Bintang menambahkan jika pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti video tersebut.

“Saat ini Kemen PPPA telah melakukan koordinasi dengan Dinas PPPA Kab. Bolaang Mongondow. Tim Cyber Crime bareskrim Polri, Reskrim, dan pihak sekolah,” lanjut Menteri Bintang.

Menteri Bintang akan memastikan kasus ini dapat segera ditangani dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak dan menghimbau agar masyarakat tidak menyebarluaskan video tersebut.

“Saya akan memastikan penanganan dapat segera dilakukan dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video yang menampilakn identitas korban sesuai pasal 64i Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” tutup Menteri Bintang.

Sebelumnya, beredar sebuah video menampakkan seorang siswi dilecehkan oleh tiga siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Dalam video amatir yang beredar, terlihat empat remaja pelaku bullying memegangi kaki dan tangan seorang siswi berhijab. Korban yang dilecehkan berada di lantai dengan posisi terlentang.

Tampak beberapa kali laki-laki tersebut meremas payudara korban.

Mirisnya seorang siswi yang ikut memegangi korban tampak tertawa lepas. Ia justru ikut meremas payudara temannya yang sudah beberapa kali terdengar minta ampun.

Meskipun beberapa kali memberontak bahkan menangis tersedu-sedu, para pelaku tidak pula menghentikan aksinya melecehkan korban.

Kejadian ini diduga terjadi di sebuah Sekolah Menangah Kejuruan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Kasus ini telah masuk pada kepolisian dan masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar