Kemendikbud Gandeng Ormas untuk Sukseskan Merdeka Belajar

Foto: Plt Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud, Supriano
KomnasAnak.com, NASIONAL - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggarap lebih lanjut Merdeka Belajar dengan meluncurkan Program Organisasi Penggerak. Program ini ditujukan untuk menggerakkan sekolah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Nah ini pokok Merdeka Belajar episode ke 4. Program atau Organisasi Penggerak,” kata Plt Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud, pada Selasa (10/2), seperti dilansir dari detik.com.

Program organisasi penggerak ini menjadi salah satu  poin yang ditekankan dalam kebijakan merdeka belajar. Kemendikbud akan melibatkan organisasi masyarakat (ormas) dalam mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Nanti ketika kita berbicara sekolah penggerak ini kan sudah banyak sekali organisasi-organisasi yang sudah melakukan ini, karena pada saat ini pemerintah yang selama ini hanya melakukan sendiri sekarang ini pemerintah melibatkan organisasi asyarakat untuk sama-sama begaimana mencerdaskan anak bangsa,” kata Supriano.

Supriano menjelaskan setiap organisasi masyarakat dapat mendaftarkan diri untuk tterlibat dalam program organisasi penggerak ini. Pemerintah juga akan memberikan dukungan dana bagi organisasi yang telah resmi bergabung.

Dia mejelaskan ada 3 kategori dalam program organisasi penggerak, yaitu Kelompok gajah, Kelompok Macan, dan kelompok Kijang. Organisasi yang dapat bergabung dalam Kelompok Gajah merupakan organisasi yang sudah lama terbentuk dan memiliki hasil yang baik.

Lebih lanjut, organiasi yang masuk kategori Kelompok Gajah akan dipercaya untuk mentransformasikan sekitar 100 sekolah agar menjadi sekolah penggerak. Mereka pun akan mendapatkan dukungan dana sekitar 20 milyar per tahun.

“Apa yang dimaksud kelompok gajah, itu adalah suatu organisasi yang sudah berjalan mungkin sudah lebih 3 tahun dan sudah ada outputnya. Misalnya saya organisasi pendidikan. Saya melakukan pelatihan di suatu sekolah dan sudah ada hasilnya anak-anak yang memang punya prestasi yang baik,” jlas Supriano.

“Dan kelompok gajah inilah yang akan kita beriikan bantuan 1 tahun. dan ini maksimal bisa kita anggarkan bisa 20 milyar,” imbuhnya.

Kemudian, kelompok Macan diperuntukkan bagi organisasi yang masih berkembang dan memiliki perencanaan pendidikan yang baik. organisasi kategori ini akan dipercaya memegang sekitar 21 hingga 100 sekolah serta mendapatkan dukungan dana sebesar 5 milyar per tahun.

“Sedangkan untuk kelompok macan. Kelompok macan ini mungkin kalau saya organisasi yang sudah berkembang, baru 1 tahun punya modelnya bagus, dan bisa terliha memotivasi anak dan juga mendorong kepala sekolah serta guru untuk meningkatkan kompetensi tapi belum ada outputnya. Tapi sia sudah mempunyai model dan sudah jalan,” ujar Supriano.

Sementara itu, Kelompok Kijang adalah organisasi yang masih baru berkembang naun memiliki ide-ide menarik. Dia mengatakan Kelompok Kijang akan mendapat dukungan dana sebesar 1 milyar.

“Jadi tidak hanya kta berfokus pada organisasi yang sudahh jalan saka yapi kita pun memberikan kesempatan ke organisasi yang punya ide-ide dalam rangka inovasi dan dalam rangka proses perbaikan dan pembelajaran di sekolah. Bah ini bisa saja antara 1 sampai 20 dan kita beri anggaran sebesar 1 milyar ya. 5 sampe 20 sekolah untuk dilakukan dan rencananya program ini selama 2 tahun,” tutur supriano.

Supriano menjelaskan program organisasi penggerak ini sudah dibuka secara online sejak 2 Maret 2020. Dia menegaskan setiap organisasi yang telah resmi bergabung akan dipantau selama 2 tahun ke depan.

“Jadi organisasi yang bisa lakukan ini kita akan pantau dan dampingi dengan biaya yang kita sepalati ini selama 2 tahun. mulai 2020 sampai 2022,”  ucap Supriano.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar