Kemendikbud Imbau Pendidik Agar Menciptakan Pembelajaran Daring Menyenangkan

Foto: ilustrasi anak belajar di rumah
KomnasAnak.com, NASIONAL - Beberapa daerah telah memutuskan untuk meniadakan kegiatan di sekolah mulai 16 Maret 2020 lalu. Kebijakan ini diambil menyusul adanya kebijakan pencegahan wabah corona. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau para pendidik agar dapat menciptakan pembelajaran daring yang menyenangkan bagi siswa dan mahasiswa. Hal tersebut diutarakan Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana, di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

“Senin 23 Maret 2020 kedepan beberapa daerah masih menerapkan Kegiatan Belajar Mengaar di rumah. Untuk itu kami mangajak kepada para pendidik untuk menghadirkan belajar di rumah yang menyenangkan,” tutur Erlangga.

Menurut Erlangga, belajar di rumah tidak berarti memberikan setumpuk tugas bagi siswa atau mahasiswa. Tetapi menghadirkan kegiatan belajar mengajar yang efektif sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

“Proses Kegiatan Belajar Mengajar dapat merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan PEndidikan, Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), serta Surat Edaran dan petunjuk dari Kepala Daerah dan Rektor masing-masing Universitas,” terang Erlangga.

DKI Jakarta
Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Nomor 30/SE/2020, yang mengimbau guru untuk melaksanakan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/tempat tinggal (work from home) dan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh kepada peserta didik dengan memilih platform media pembelajaran yang telah tersedia. Begitu juga dengan tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas-tugas administrasi sekolah di rumah/tempat tinggal.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan jika pihaknya telah berkolaborasi dengan sejumlah komunitas pendidikan yang memberikan dukungan beberapa platform pembelajaran daring. Serta secara suka rela dijadikan sebagai pilihan media pembelajaran sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Selain itu dapat juga dimanfaatkan untuk mencapai kompetensi minimum siswa dalam kegiatan belajar. Program ini menyediakan konten-konten pembelajaran daring yang dapat diakses secara gratis oleh guru, orang tua, dan anak.

“Guru dan Tendik melaporkan aktivitas harian kepada kepala sekolah. Kepala sekolah yang mengatur jadwal piket sesuai kebutuhan. Dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, usia, domisili, hingga kondisi kesehatan keluarga dari pegawai, serta peta sebaran Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah,” terang Nahdiana.

Kota Tangerang Selatan
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Taryono mengungkapkan penerapan pembelajaran daring telah dilakukan sejak Senin 16 Maret 2020 bertepatan dengan berlakunya kebijakan penghentian sementara aktivitas di sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kota Tangerang. Kebijakan ini diberlakukan kepada 179 sekolah menengah pertama (SMP), 320 sekolah dasar (SD), dan 600 pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Kami membuat edaran tentang belajar di rumah dan guru-guru juga bekerja dari rumah. Hanya ada beberapa guru yang bertugas di sekolah sebagai piket dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan,” katanya.

Dijelaskan Taryono, pembelajaran daring dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing sekolah. “Belajar menggunakan teknologi digital di antaranya Google Classroom, Rumah Belajar, dan lain-lain. Namun, yang pasti dilakukan adalah pemberian tugas melalui pemantauan pendampingan oleh guru melalui WhatsApp sehingga anak-anak betul-betul belajar,” ujar Taryono.

“Guru-guru juga bekerja dari rumah. Guru juga harus berkoordinasi dengan orang tua, bisa lewat video call maupun foto untuk memastikan ada interaksi,” imbuhnya.

Provinsi Kalimantan Barat
Di provinsi ini, sebagian besar guru sudah membagikan materi-materi pembelajaran dan tugas yang harus dikerjakan di rumah melalui media sosial. Seperti yang telah dilakukan oleh Komunitas Guru Belajar daerah (KGBD) Sanggau. Para guru memanfaatkankan media sosial dengan membuat grup di platform WhatsApp dan Telegram baik bagi siswa maupun bagi orang tua siswa.

“Saat membuka kelas mulai dari pukul 07 hingga 12 melalui grup Whatsapp siswa. Dalam hal pelaksanaannya saya meminta bantuan orang tua atau kakak siswa sebagai narasumber yang langkah-langkahnya telah diberikan melalui grup tersebut. Untuk laporan pelaksanaan pembelajarannya dapat berupa foto atau video yang harus di posting melalui grup tersebut,” disampaikan Titis Kartikawati Guru SD Negeri 09 Sanggau, Kalimantan Barat.

Tidak berbeda jauh dari Titis, Timur Setiawan guru di SMA Negeri 7 Pontianak menyampaikan beberapa metode pembelajaran daring yang telah diterapkannya. “Diantaranya pembelajaran melalui portal Rumah Belajar dan penyampaian materi melalui file berformat .pdf yang dibagikan melalui media sosial,” ungkapnya.

Bogor
Kepala Dinas Pendidikan Fahrudin mengatakan jika semua sekolah di Bogor, mulai jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK telah melaksanakan KBM daring. “SD ada sekitar 260, SMP ada 123, SMA sekitar 50, SMK sekitar 100, TK dan PAUD sekitar 300,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk jenjang TK telah menggunakan Aplikasi Halo Bunda. Untuk jenjang yang lebih tinggi diberikan keleluasaan bagi guru-guru untuk membuat video pendek ataupun menggunakan kanal lain yang mendukung pembelajaran. “Kreativitas memang berjalan untuk pembelajaran jarak jauh ini,” kata Fachrudin.

Kreativitas juga menjadi jawaban bagi sekolah yang belum dapat menyelenggarakan KBM daring. Pihaknya mendorong orang tua untuk memanfaatkan media belajar alternatif selama peserta didik belajar di rumah. “Kami yakinkan mereka menggunakan sumber belajar yang ada yaitu buku sesuai dengan tema-tema yang diminati,” jelasnya.

Pembelajaran Tingkat Perguruan Tinggi
Untuk tingkat perguruan tinggi, Ade Erlangga Masdiana mengatakan bahwa Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud telah melakukan sosialisasi pemanfaatan Pembelajaran Daring melalui konferensi video atau webinar dengan seluruh perguruan tinggi se-Indonesia, pada hari Jumat, 20 Maret 2020. “Pada konferensi video ini beberapa perguruan tinggi membagi kisah sukses pembelajaran secara daring,” terangnya.

Salah satu yang membagikan kisah sukses pembelajaran daring ini adalah Universitas negeri Padang (UNP). Perkuliashan teori tatap muka diganti dengan perkuliahan daring menggunakan aplikasi (Leraning Management System), perkuliahan praktik diganti dengan penugasan atau proyek. Sedangakan pertemuan, seminar, konferensi yang melibatkan banyak dosen dan mahasiswa ditangguhkan sementara. Selain itu, kegiatan sivitas akademik ke luar daerah dan luar negeri juga ditangguhkan. Hal ini sesuai dengan edaran Rektor nomor 1530/UN35/TU/2020.

Rector UNP, Ganefri menyampaikan bahwa perkuliahan daring dilakukan dengan menggunakan LMS sudah diterapkan sejak dua tahun terakhir. “Dalam peraturan Rektor, sudah diatur bahwa perkuliahan dengan LMS dimanfaatkan maksimal 50% dari jumlah pertemuan. Di samping itu, dosen dapat berinovasi mengembangkan fasilitas pembelajaran lainnya menggunakan aplikasi dan teknologi yang tersedia seperti Youtube, Whatsapp group, dan sebagainya,” ujarnya.

Selain UNP, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin, menyampaikan bahwa secara umum pembelajaran daring berjalan relatif lancar dan belum terjadi kendala secara signifikan. Faktor pendukungnya dikarenakan secara riil terdapat beberapa mata kuliah dan program studi yang telah melaksanakan perkuliahan daring atau pembelajaran jarak jauh. Serta karena metodenya tidak hanya diwajibkan untuk menggunakan satu platform saja.

“Ragamnya disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing dosen dan program studi. Ada yang menggunakan Google Classroom, ada yang pake Zoom, ada yang pakai LMS (Learning Management System) yang biasa digunakan, ada juga yang pakai WA saja juga ada itu. WA group meeka jalan juga,” ujar Komarudin.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar