Mendikbud Nadiem Memahami Kendala Jaringan dalam Pembelajaran Online

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menyampaikan sambutan dalam konferensi pers di gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (9/1/2020) (Foto: Kompas.com)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Perubahan mendadak dalam dunia pendidikan membawa banyak tantangan. Hal ini diakui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, dalam siaran pers dikutip dari Kompas.com

Dalam situasi wabah corona ini, tidak semua pembelajaran daring (online) yang dilakukan sekolah berlangsung optimal.

“Memang tidak semua daerah punya akses smartphone ataupun koneksi internet yang baik. Jadi ini merupakan suatu hal yang menantang. Tetapi kami berkomitmen internet yang baik. Tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama ke dean memastikan sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran daring,” ungkap Nadiem.

“Saya yakin dengan gotong royong antara semua pihak, kita dapat melalui masa sulit ini bersama-sama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses laman khusus penanganan Covid-19 di sektor pendidikan dan kebudayaan melalui laman https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id./

“Masyarakat dapat menemukan berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran di rumah. Kemudian ada surat edaran, panduan, serta kumpulan informasii, video, dan infografik yang dapat membantu edukasi pencegahan penunlaran Covid-19,” terang Nadiem.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memperbesar dukungan mitra swasta guna menyukseskan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan platform teknologi selama masa darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Nadiem mengapresiasi kinerja Kemendikbud dan dukungan sector swasta dalam merespon arahan Presiden untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

“Saya sangat menghargai kerja keras teman-teman Kemendibud dan juga dukungan oara operator telekomunikasi yang telah memfasilitasi kegatan belajar-mengajar jarak jauh secara daring dengan memberikan akses internet gratis kepada pelajar, guru, dan dosen. Subsidi data yang diberikan operator telekomunikasi sangat membantu pelajar maupun untuk belajar, sehingga tetap produktif di rumah,” kata Nadiem

Pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia telah ditiadakan dan diganti dengan belajar dari rumah.

Imbauan belajar dari rumah pun sudah diserukan oleh Presiden Joko Widodo. Belajar dari rumah diharapkan bisa mencegah penularan virus corona di lingkungan pendidikan.

Salah satu kesulitan yang terjadi di lapangan saat belajar dari rumah adalah keterbatasan kuota internet untuk mengakses pembelajaran online.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar