Pemprov Jateng Resmi Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Jumeri
KomnasAnak.com, NASIONAL - Kebijakan belajar di rumah untuk siswa Jawa Tengah resmi di perpanjang. Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai usaha tanggap wabah Covid-19 saat ini.

Libur sekolah yang sebelumnya berlaku pada16-29 Maret akan diperpanjang sampai dua pekan ke depan atau sampai 13 April 2020. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh siswa tingkat PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA sederajat.

Kepastian perpanjangan masa libur itu disampaikan Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri, pada Rabu (25/3). Dikutip dari Joglosemarnews.com, ia mengatakan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan situasi pandemic corona yang belum memungkinkan untuk mengaktifkan kembali belajar mengajar di sekolah.

“Iya betul, kita putuskan belajar di rumah untuk diperpanjang sampai 13 April 2020. Pertimbangannya karena kondisi belum memungkinkan,” katanya.

Jumeri menuturkan bahwa dengan jumlah kasus yang terus meningkat, akan berbahaya nantinya jika anak harus masuk sekolah. Ia menilai jika langkah memperpanjang libur sekolah seudah tepat karena Covid-19 diperkirakan akan mencapai puncaknya pada April ini.

“Kalau anak-anak kita lepas lagi, yang setengah bulan kemarin akan percuma. Karena perhitungan puncak corona baru akan terjadi bulan April ini. Sehingga anak-anak kita selamatkan dulu,” terangnya.

Ia menyampaikan hal itu memang keputusan yang berat. Namun demi pertimbangan keselamatan anak, keluarga dan masyarakat, maka tidak ada opsi lain kecuali memperpanjang penerapan physical distancing dengan belajar di rumah.

“Tapi kita berkontribusi untuk jaga jarak. Anjuran dari Jakarta (pemerintah pusat) juga demikian. Surat edaran juga sudah kita terbitkan,” tegasnya.

Jumeri menegaskan jika sekarang tidak ada daerah yang bisa benar-benar menjamin warganya aman dari Covid-19. Maka dari itu, physical distancing lewat kebijakan belajar di rumah mutlak dilakukan.

“Karena sekarang siapa yang bisa menjamin wlayahnya steril. Kan nggak ada. Nggak ada satu pun bupati atau walikota yang bisa njamin gonaku (wilayahku) steril terus anak-anak boleh mlebu sekolah sak karepe (masuk sekolah seenaknya),” tandasnya.

Keputusan untuk memperpanjang masa siswa belajar di rumah telah dituangkan dalam Surat Edaran No. 443/2/09002 tentang Layanan Penyelenggaraan Pendidikan dalam Rangka Pencegahan Penularan dan Penyebaran Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Jateng.

Dalam surat yang ditandatangani Jumeri tanggal 24 Maret 2020 itu, masa perpanjangan KBD mandiri secara daring itu akan dievaluasi sesuai perkembangan status kedaruratan yang disebabkan persebaran Covid-19.

Dengan kata lain, masa libur sekolah itu bisa diperpanjang lagi jika situasi atau kondisi persebaran virus corona di Jateng semakin massif.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar