Tips Bagi Orang Tua untuk Dampingi Anak Belajar di Rumah

KomnasAnak.com, Jepara -,Untuk menghentikan laju penularan Covid-19, sejumlah pemerintah daerah memberlakukan penghentian aktivitas pendidikan selama 2 minggu. Para siswa diminta melanjutkan kegiatan belajar di rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan dan mengurangi kontak dengan banyak orang.

Selama 2 minggu ini, orang tua diharapkan dapat menjadi “guru” yang menemani kegiatan anak. Serta mendampingi pembelajaran online yang dilakukan.

Pemerintah  menganjurkan agar tidak mengajak anak pergi dari rumah. Sehingga diperlukan kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang anak. Bukan hanya bermain gadget dan menonton telivisi.

Apa yang dapat dilakukan orangtua?

Praktisi Homeschooling, Aar Sumardiono, mengatakan, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh orangtua ketika medampingi anaknya belajar.

Hal pertama yang harus ditekankan adalah tidak menganggap kondisi sekarang ini sebagai beban.

“Jangan hanya melihat momen ini sebagai beban. Lihatlah sebagai kesempatan untuk menjalin hubungan bersama anak. Jika ada masalah komunikasi, inilah kesempatan untuk mendekatkan anda dengan anak,” jelas Aar, dilansir dari Kompas.com, Senin (16/3).

Selanjutnya, bekerjasamalah dengan anak sebagai sebuah tim yang saling membantu dalam menghadapi kesulitan.

Pendiri Rumah Inspirasi ini, menyebutkan, dalam situasi seperti ini orangtua sebaiknya menjadi teman anak berkomunikasi, bukan mengawasi atau sekedar memerintah.

“Mengobrol dan berkomunikasi dengan anak, bukan hanya memerintah dan menjadi pengawas anak-anak. Semakin santai relasi anda dengan anak, semakin mudah keseharian ini dilewati,” ujar dia.

Orang tua juga pelu menciptakan suasana belajar menyenangkan di rumah. Caranya, dengan membuat kesepakatan soal aturan main dengan sang anak. Adanya kesepakatan atau aturan main ini dapat membentuk tanggung jawab di benak anak.

Cara ini juga menjadi jalan untuk menyamakan persepsi dan mengurangi konflik antara orangtua dan anak.

“Diskusikan dengan anak tentang do and don’t. buat kesepakatan penggunaan gadget, durasi pemakaian, dan kegiatan yang diakukan dengan gadget. Tulis target harian dan cetak di selembar kertas yang bisa dilihat bersama,” jelas Aar.

Terakhir, orang tua bisa membuat proses belajar berlangsung menggunakan sistem menu.

Jadi, anak diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan apa yang ingin mereka lakukan secara bertahap. Mengingat suasana di rumah sangat berbeda dari suasana sekolah yang cenderung formal.

“Yang penting fokus pada  target harian. Anak boleh mengatur urutan kegiatan yang dikerjakan, yang penting target harian terpenuhi,” ucap Aar.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar