UN 2020 Ditiadakan, US dan Portofolio Jadi Penentu Kelulusan

Ijazah SD, SMP, SMA
KomnasAnak.com, NASIONAL - UN bagi siswa jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA sederajat untuk tahun 2020 resmi ditiadakan. Kebijakan ini diambil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemic Covid-19.

Tapi, Kemendikbud memastikan semua siswa yang lulus tahun ini akan tetap mendapatkan ijazah. Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Plt Kabalitbang) Totok Suprayitno menyampaikan siswa akan tetap menerima ijazah tanpa mencantumkan nilai UN, karena sejak tahun 2015 UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan.

Lalu bagaimana menentukan kelulusan siswa dengan peniadaan UN 2020?

1. Ujian Sekolah Daring
Melalui rilis resmi Kemendikbud (27/3/2020), Nadiem Makarim menyampaikan selama masa darurat penyebaran Covid-19, sekolah dapat mengadakan Ujian Sekolah (US) sebagai syarat penentu kelulusan siswa.

Namun, sekolah tidak diperkenankan untuk mengumpulkan siswa secara fisik. Sehingga Ujian Sekolah harus dilakukan secara daring.

Untuk ujian tertulis daring, materi yang akan tertuang dalam US merupakan kewenangan guru yang bersangkutan.

Sekolah kini berperan sebagai penentu kelulusan sswa dengan berdasarkan evaluasi yang dilakukan guru. Sehingga penguasaan materi sangat bergantung dari cara siswa dan guru dalam memaksimalkan pembelajaran daring selama situasi darurat.

2. Portofolio nilai rapor dan prestasi
Jika sekolah tidak siap mengadakan US daring, sekolah dapat mengganti ujian dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi, penugasan, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Jadinya yang dilaksanakan masing-masing sekolah adalah US, dan US ini ada beberapa opsi yang kita berikan, tapi itu adalah haknya sekolah,” kata mendikbud dalam konferensi pers daring bersama media pada kegiatan Bincang Sore, Selasa (24/3/2020)

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan enelitian dan Pengembangan dn Perbukuan (Plt Kabalitbang), Totok Suprayitno, US tidak hanya mengacu pada ujian tertulis, tetapi juga mencakup nilai rapor dan prestasi yang dimiliki siswa selama menempuh pendidikan.

Ada beberapa ketentuan bagi sekolah yang belum melaksanakan US:

Kelulusan SD/sederajat: berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, 5, dan 6 semester gasal), sementara nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Kelulusan SMP/sederajat dan SMA/sederajat: ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Kelulusan SMK/sederajat: ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Kemudian nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar