Arist Imbau Kebijakan Berorientasi Anak Menyusul Banyaknya Anak Positif COVID-19


KomnasAnak.com, NASIONAL - Adanya pasien anak-anak terkonfirmasi positif COVID-19 medapat perhatian serius dari Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak di seluruh Indonesia. Lembaga ini meminta masyarakat mematuhi protocol kesehatan dan mentaati kebijakan physical distancing serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menilai, hilangnya pekerjaan dan menurunnya perekonomian keluarga menjadi salah satu penyebab adanya anak-anak terpapar COVID-19. Bukan tanpa alasan, tapi kebijakan pembatasan sosial memaksa keluarga untuk mengurangi konsumsi makanan bergizi.

Arist mengimbau pemerintah di setiap daerah agar menyediakan bantuan sosial kemanusiaan. Bantuan tersebut bisa berupa makanan yang dapat meningkatkan kekebalan dan daya tahan tumbuh anak dari kemungkinan serangan virus corona.

“Hal ini dilakukan agar jutaan anak khususnya balita mendapat konsumsi atau asupan makanan yang baik selain ASI sesuai dengan imbauan Presiden,” kata Arist melansir dari Tribunnews, Senin (27/04/2020).

Arist dalam sebuah acara daring (Instagram.com/lpakotabekasi) meminta kepada pemerintah di hulu hingga hilir untuk memberikan bantuan sosial secara merata. Pemberian bantuan ini hendaknya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan konsumsi orang dewasa.

“Sialnya, seolah-olah anak tidak perlu mendapat makanan selain ASI sebagai asupan utama anak balita,” tegasnya.

Menurutnya, tidak adil jika anak dan balita di Indonesia tidak mendapat konsumsi asupan atau makan yang baik. Dia menekankan bahwa dalam situasi pandemi seperti saat ini, anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua atau keluarga saja. Melainkan sudah menjadi persoalan negara agar hak hidup mereka terpenuhi.

Arist juga menyebut COVID-19 telah menyasar anak-anak Indonesia. Hal ini dinyatakan Arist setelah dirinya mendapat laporan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Deliserdang. Korban berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku SMP meninggal dunia karena positif COVID-19.

Tidak hanya itu, COVID-19 juga menginfeksi sejumlah anak dari berbagai daerah lain, seperti Kabupaten Kutai Timur.

Bahkan Dinas Kesehatan di Kalimantan Timur melaporkan adanya 34 anak berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan perlu mendapatkan penanganan serius.

Menurut catatan Komnas PA, di Indonesia saat ini ada 37 anak berstatus PDP, 1 anak meninggal dunia, dan 1 anak sembuh dari COVID-19. Dengan adanya data tersebuut, Arist menilai perlunya upaya serius untuk memutus penyebaran COVID-19 di kalangan anak.

“Sangat diputuskan gerakan nasioal perlindungan anak dari pandemi COVID-19 untuk memberikan perlindungan bagi anak,” ucap Arist pada Kamis, 23 April lalu.

Arist juga menjelaskan, data terkonfirmasi ini perlu diwaspadai karena telah menunjukkan jika anak di Indonesia sudah menjadi sasaran COVID-19.
 (Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar