IDAI Menyarankan Imunisasi Anak Tetap Berjalan di Masa Pandemi COVID-19

KomnasAnak.com, NASIONAL - Meskipun dalam masa pandemi COVID-19, imunisasi anak tetap harus dilakukan agar anak lebih terlindung dari risiko penularan virus corona. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan adanya pengaturan pelaksanaan imunisasi agar anak-anak tetap bisa mendapatkan vaksinasi yang dibutuhkan.

Sekretaris Bidang Ilmiah Pengurus Pusat IDAI Nina Dwi Putri mengatakan pelaksanaan imunisasi di masa pandemi harus dilakukan sedemikian rupa sehingga orang tua dan anak terhindar dari risiko terpapar virus corona.

“Ruang khusus imunisasi harus tetap memperhatikan physical distancing (jarak fisik aman antar orang). itu berarti, orang tua dan anak harus datang tepat waktu sesuai jadwal,” kata Nina dalam siaran pers IDAI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

IDAI menyarankan rumah sakit dan fasilitas kesehatan menyediakan layanan daring yang memungkinkan pengaturan hari dan waktu pelayanan imunisasi berdasarkan perjanjian.

Selain itu, IDAI meminta rumah sakit dan fasilitas kesehatan memperhatikan alur masuk dan keluar bagi orang tua dan anak yang akan mengguakan layanan imunisasi, memisahkannya dengan jalur untuk pasien.

“Screening (pemeriksaan) dilakukan di awal, baik terhadap orang tua atau pengantar dan anak yang akan diimunisasi,” kata Nina.

Pemeriksaan awal, ia menjelaskan tidak hanya meliputi pengukuran suhu tubuh tetapi juga gejala sakit seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas.

“Selain itu, penggunaan masker juga merupakan salah satu hal yang penting untuk mencegah penularan COVID-19,” katanya.

IDAI berharap tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat memahami pentingnya imunisasi sesuaii usia anak untuk menghindarkan anak dari berbagai penyakit yang berisiko menimbulkan kecacatan dan kematian.

Pada masa pandemi yang menyebabkan berbagai urusan tertunda, termasuk pelaksanaan imunisasi, para orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perlindungan dari imunisasi yang dibutuhkan.

Selain itu, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Pengurus Pusat IDAI, Prof Hartono Gunardi, menyatakan bahwa imunisasi pada anak tetap dapat dilakukan pada masa pandemi COVID-19.

“Kasus COVID-19 diperkirakan akan terus meningkat hingga Juli 2020. Pelaksanaan imunisasi tetap perlu dilakukan dalam masa pandemi ini,” kata Hartono.

Menurut anggota Satuan Tugas Imunisasi IDAI Prof Ismoedijanto, imunisasi lengkap bagi anak sesuai rekomendasi IDAI dan Kementerian Kesehatan harus tetap dilakukan untuk mencegah peningkatan risiko tertular COVID-19.

“Yang perlu diprioritaskan adalah anak berusia di bawah 18 bulan. Di wilayah penularan luas COVID-19, apabila tidak memungkinkan diberikan imunisasi, dapat ditunda hingga sebulan,” katanya.

Ketua Satuan TUgas Imunisasi IDAI Prof Cissy B Kartasasmita juga mengatakan bila pelayanan imunisasi tidak memungkinkan dilakukan, pelaksanaannya dapat diundur.

“Dan direncanakan imunisasi kejar sesegera mungkin,” katanya.

Imunisasi dasar lengkap untuk bayi berusia nol sampai satu tahun dalam program pemerintah meliputi imunisasi BCG, DPT, polio, campak, dan Hib. Selain itu, IDAI merekomendaskan pemberian vaksin untuk mencegah pneumonia pada anak.

IDAI berharap tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat memahami arti penting imunisasi sesuai usia anak untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang berisiko menimbulkan kecacatan dan kematian.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar