Anak Paling Banyak Terjangkit DBD di tengah Pandemi COVID-19


KomnasAnak.com, NASIONAL - Virus Corona baru penyebab COVID-19 memang tengah menjadi fokus pemerintahan Indonesia. Penyebarannya yang masif dan belum ditemukannya obat membuat penyakit ini diwaspadai semua orang.

Namun, COVID-19 bukan satu-satunya penyakit yang perlu diwaspadai. Pasalnya, terhitung dari Januari hingga 30 April 2020, telah tercatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia mencapai 49.931 kasus. Dengan jumlah kasus kematian sebanyak 314 kasus.

Data tersebut diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

“Sampai saat ini, masih bisa ditangani (pasien DBD), hanya perlu kewaspadaan kita bersama juga masyarakat, apalagi saat ini warga banyak di rumah,” kata Nadia seperti dilansir dari Kompas, Sabtu (2/5).

Lebih jauh lagi, data itu menunjukkan porsi tinggi kasus DBD pada anak, termasuk tingkat kematian. Kondisi anak memang rentan terhadap virus DBD. “Mungkin karena sekarang banyak di rumah, dan memang DBD rentan pada usia anak-anak,” tutur Nadia.

Selain kondisi berdiam di rumah dan daya tahan tubuh yang kurang, ketidaksiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor lain dari meningkatnya kasus DBD pada anak.

Nadia menilai banyaknya masyarakat yang tinggal di rumah akibat pandemi membuat usaha pemberantasan nyamuk oleh masyarakat kurang optimal. “Sehingga kasus DBD kadang-kadang banyak, bahkan menimbulkan kejadian luar biasa,” ujarnya.

Karenanya, Nadia mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD di tengah pandemi COVID-19. Dia juga menambahkan untuk waspada terhadap penyakit lain yang juga berpotensi di tengah peruubahan cuaca seperti saat ini.

Berikut ini adalah distribusi kasus infeksi dan kematian DBD per kelompok umur di Indonesia:
  1. Usia di bawah satu tahun, jumlah kasus mencapai 5 persen dengan kematian mencapai 13 persen.
  2. Usia 1-4 tahun, jummlah kasus mencapai 20 persen dengan kematian mencapai 27 persen.
  3. Usia 5-14 tahun, jumlah kasus mencapai 29 persen dengan kematian mencapai 35 persen.
  4. Usia 15-44 tahun, jumlah kasusnya mencapai 35 persen dengan kematian mencapai 14 persen.
  5. Usia di atas 44 tahun, jumlah kasusnya mencapai 11 persen dengan kematian mencapai 11 persen.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar