Bintang Puspayoga Apresiasi Diluncurkannya Data Terpilah berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia


KomnasAnak.com, NASIONAL - Dipublikasikannya Data Terpilah para pasien terinfeksi COVID-19 menurut jenis kelamin dan kelompok usia oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT PP) COVID-19, BNPB, dan Kementerian Kesehatan mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga.

“Saya mengucapkan terima ksih dan apresiasi kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan juga kepada Kementerian Kesehatan atas jerih payahnya yang sudah memproduksi dan mempublikasi data masyarakat positif, dirawat/isolasi mandiri, sembuh, dan meninggal akibat terinfeksi virus COVID-19 ini dalam bentuk Data Terpilah menurut jenis kelamin dan kelompok usia, berskala nasional,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Bintang menuturkan data terpilah ini membantu Kementerian PPPA untuk menyusun kebijakan dan program, serta menyalurkan pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak kelompok rentan terdampak COVID-19.

“Seperti diketahui perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lansia adalah kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan dan dipenuhi hak-haknya saat pandemi ini, khususnya mereka yang berada dalam keluarga miskin. Saya berharap publikasi data terpilah ini bisa segera diikuti oleh Gugus Tugas COVID-19 di daerah di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Menteri Bintang menambahkan sebelum tersedianya Data Terpilah tersebut, Kemen PPPA telah berkoordinasi dengan seluruh unit kerja yang menangani urusan perempuan dan anak serta bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Dinas Kesehatan setempat guna mengumpulkan dan mengolah data terpilah di daerahnya masing-masing.

“Hingga 21 April telah diterima laporan dari lima belas dinas PPPA provinsi yang telah mengirimkan data terpilih lengkap (ODP - PDP – positif – meninggal, laki-laki, perempuan, dan anak). Pihaknya juga menerima laporan data terpilah menurut jenis kelamin dari enam provinsi, sementara 13 provinsi lainnya belum mengirimkan data terpilah,” ungkap Bintang.

Berdasarkan data terpilah yang ditampilkan website https://covid19.go.id/peta-sebaran pada 6 Mei 2020, diketahui jumlah perempuan termasuk anak perempuan korban positif COVID-19 yaitu 42,2% dari keseluruhan korban positif Indonesia. Berikut ini rinciannya:
- Positif: Anak 4,9% dan perempuan 42,2%
- Dirawat: Anak 5,8% dan perempuan 43,5%
- Sembuh: Anak 2,9% dan perempuan 40,4%
- Meninggal: Anak 1% dan perempuan 33,8%

Kemen PPPA telah menyusun skema pencegahan dan penanganan termasuk pemenuhan kebutuhan spesifik bagi permepuan dan anak kelompok rentan terdampak yang terangkum dalam 10 aksi #Berjarak (Bersama Jaga Keluarga Kita).

“Terhadap kelompok rentan terdampak ini diperlukan upaya darurat untuk menyelamatkan dan mencegah mereka dan lingkungan sekitar agar tidak tertular COVID-19. Lokasi prioritas kami adalah penduduk di daerah padat dan daerah miskin perkotaan, termasuk anak dan permpuan disabilitas dan lansia. Untuk itu saat ini kami gencar melakukan pendataan kelompok rentan terdampak yang antara lain dilakukan para kader PATBM, Relawan Berjarak dan semua jejaring yang kami punya,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga mengapresiasi Dinas PPPA tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota yang sudah sejak awal bergerak turun ke masyarakat menggunakan sarana dan prasarana yang ada, seperti Mobil Perlindungan (Molin) untuk melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan 10 aksi #Berjarak. “Kemen PPPA juga menggalang pengumpulan bantuan dari berbagai nitra kerja berupa pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak terdampak COVID-19,” tutup Menteri Bintang.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar