Hasil CT Scan Tampilkan Dampak Virus Corona pada Paru-Paru Anak

Hasil CT Scan seorang anak perempuan 16 tahun dengan COVID-19 yang mengalami sesak napas. menunjukkan adanya Ground Glass Opacity dengan beberapa konsolidasi

KomnasAnak.com, NASIONAL - Tim peneliti dari Rumah Sakit Anak Boston telah merilis hasil CT Scan paru-paru anak positif terjangkit COVID-19. Dalam penelitian ini, dua pertiga dari 20 anak memiliki indikasi infeksi pada paru-paru yang dikenal sebagai Ground Glass Opacity (GGO). Menunjukkan adanya cairan yang memenuhi paru-paru dan alveoli paru-paru (kantung udara kecil yang menukar molekul oksigen dan karbon dioksida ke dan dari aliran darah).

Setengah dari pasien memiliki ‘tanda halo (halo sign)’, yaitu peradangan yang mengelilingi massa, dikenal sebagai konsolidasi. Konsolidasi ini membuat sulit bernafas karena kantung udara paru-paru dipenuhi dengan zat seperti cairan atau infeksi.

Tim yang dipimpin oleh radiologist Alexandra Foust telah menerbitkan lima studi dan mencatatkan perubahan paling kentara pada paru-paru anak dalam American Journal of Roentgenology.

Sebuah studi di Wuhan melibatkan 20 pasien rumah sakit anak mengungkapkan bahwa semua pasien memiliki lesi – jaringan yang telah rusak atau berubah secara tidak normal – di dinding paru-paru.

Dan enam diantaranya memiliki Ground Glass Opacity (GGO), yaitu awan kabur di paru-paru menunjukkan berbagai masalah. Kondisi ini dapat mengindikasikan jika paru-paru dipenuhi oleh material yang meradang, ada penebalan jaringan paru-paru atau kolapsnya sebaguan alveoli (kantung udara kecil paru-paru).

Setengahnya mengalami konsolidasi, yaitu ruang udara di paru-paru mereka terisi zat, biasanya nanah, darah, atau air. Radiographer menyebutnya ‘tanda halo (halo sign)’, meskipun merupakan tanda yang umum pada penyakit paru-paru tapi tanda halo untuk COVID-19 memiliki kekhasan.

Dr Foust setuju bahwa tanda halo COVID-19 memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan penyakit lain, seperti laporan Medical Xpress. Namun, pencitraan yang didapatkan biasanya saling tumpeng tindih.

Sebuah studi lebih kecil yang melibatkan lima anak dengan COVID-19 menemukan bahwa adanya GGO tidak merata pada tiga pasien yang sembuh dari waktu ke waktu.

Bila merujuk American Journal of Roentgenology, adanya GGO bisa membantu dokter mendiagnosis COVID-19.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar