Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir Menghadapi Pembatasan Layanan Kesehatan Selama Pandemi COVID-19

(foto: UNICEF)

KomnasAnak.com, NASIONAL - Menjelang Hari Ibu, UNICEF mengeluarkan prediksi jumlah kelahiran di tengah pandemi COVID-19 mencapai 116 juta di seluruh dunia. Angka kelahiran ini diperkirakan lahir hingga 40 minggu setelah COVID-19 diumumkan menjadi pandemi pada 11 Maret lalu.

Prediksi ini didapatkan pada data dari World Population Prospects 2019 dari Divisi Populasi PBB. Kehamilan umumnya berlangsung selama 9 bulan atau 39 hingga 40 minggu. Untuk keperluan estimasi ini, diambil dari menghitung jumlah kelahiran untuk periode 40 minggu pada tahun 2020. Periode 40 minggu dihitung mulai 11 Maret saat WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi hingga 16 Desember.

“Jutaan ibu di seluruh dunia memulai perjalanan menjadi orang tua di dunia sebagaimana adanya. Mereka sekarang harus bersiap untuk membawa sebuah kehidupan ke dunia seperti sekarang ini – dunia dimana ibu hamil takut pergi ke pusat kesehatan karena takut terinfeksi atau tidak mendapatkan perawatan darurat karena layanan kesehatan yang terbatas dan terkunci,” kata Henreitta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF. “Sulit membayangkan seberapa jauh pandemi ini telah merombak kembali keibuan.”

Menjelang Hari Ibu Internasional, UNICEF memperingatkan bahwa usaha penanganan COVID-19 dapat mengganggu layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa seperti perawatan persalinan telah menempatkan jutaan ibu hamil dan bayi mereka dalam resiko besar.

Diperkirakan, negara dengan jumlah kelahiran tertinggi dalam 9 bulan sejak deklarasi pandemi ini adalah India (20,1 juta), Cina (13,5 juta), Nigeria (6,4 juta), Pakistan (5 juta), dan Indonesia (4 juta). Kebanyakan negara-negara tersebut memiliki tingkat kematian neonatal yang tinggi bahkan sebelum pandemi dan mungkin akan meningkat dalam situasi COVID-19.

UNICEF memperingatkan, meskipun tingkat infeksi pada ibu hamil tidak terlalu berbeda dengan yang lain, negara-negara harus memastikan mereka masih memiliki akses ke layanan kehamilan, persalinan, dan pasca kelahiran.

Demikian juga bayi baru lahir yang sakit membutuhkan layanan darurat karena mereka berisiko tinggi meninggal. Keluarga baru memerlukan dukungan untuk mulai menyusui, mendapatkan obat-obatan, vaksin, dan nutrisi untuk menjaga bayi tetap sehat.

Desakan UNICEF
  • Membantu wanita hamil untuk menerima pemeriksaan kehamilan, perawatan persalinan andal, layanan perawatan pasca melahirkan, dan perawtan terkait COVID-19 sesuai kebutuhan
  • Memastikan petugas kesehatan diberikan Alat Perlindungan Diri yang diperlukan dan mendapatkan prioritas pengujian serta vaksinasi begitu vaksin COVID-19 tersedia sehingga mampu memberikan pelayanan berkualitas tinggi untuk semua wanita hamil dan bayi baru lahir selama pandemi.
  • Menjamin bahwa semua tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi ada di fasilitas kesehatan selama persalinan dan setelah persalinan
  • Mengizinkan pekerja perawatan kesehatan untuk menjangkau wanita hamil dan ibu baru melalui kunjungan rumah, mendorong wanita yang tinggal di daerah terpencil untuk menggunakan rumah tunggu ibu, dan menggunakan strategi kesehatan keliling untuk telekonsultasi
  • Melatih, melindungi, dan memperlengkapi petugas kesehatan dengan perlengkapan kelahiran yang bersih untuk menangani kelahiran di rumah dimana fasilitas kesehatan ditutup
  • Mengalokasikan sumber daya layanan dan pasokan yang menyelamatkan nyawa untuk kesehatan ibu dan anak


Rekomendasi untuk Ibu Hamil
Meskipun belum diketahui apakah virus corona menular dari ibu ke bayi selama kehamilan dan persalinan, UNICEF merekomendasikan beberapa hal bagi wanita hamil, diantaranya:

  • Ikuti tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan virus, memantau diri sendiri dan mencari saran dari fasilitas terdekat jika memiliki masalah kesehatan atau gejala COVID-19
  • Ambil tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi COVID-19: berlatih physical distancing, menghindari pertemuan fisik, menggunakan layanan kesehatan online
  • Mencari perawatan medis sejak dini jika tinggal di daerah terpapar atau berisiko, atau mengalami demam, batuk, atau kesulitan bernapas
  • Terus menyusui anak meskipun terinfeksi atau dicurigai terinfeksi karena virus Corona belum ditemukan dalam sampel ASI. Ibu dengan COVID-19 harus memakai masker saat menyusui anak, cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi, dan secara rutin membersihkan dan mendisinfeksi permukaan benda
  • Tetap mememgang bayi yang baru lahir dan melakukan kontak kulit-ke-kulit
  • Hubungo bidan atau dokter yang dirasa menjadi tempat paling aman untuk melahirkan dan menyusun rencana kelahiran untuk mengurangi kecemasan dan memastikan datang ke tempat persalinan tepat waktu
  • Melanjutkan dukungan medis, termasuk imunisasi rutin setelah bayi melahirkan.


“Ini adalah Hari Ibu yang menyedihkan, karena banyak keluarga terpaksa berpisah selama pandemi COVID-19. Tapi in juga waktu untuk persatuan, waktu untuk menyatukan semua orang dalam solidaritas. Kami dapat membantu menyelamatkan hidup dengan memastikan bahwa setiap ibu hamil menerima dukungan yang dibutuhkan untuk melahirkan dengan selamat di bulan-bulan mendatang.” tutup Henreitta Fore.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar