Kemen PPPA Luncurkan Protokol Perlindungan Anak Terdampak COVID-19


KomnasAnak.com, NASIONAL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) merilis protocol khusus bagi perlindungan anak yang terjangkit COVID-19. Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar menyatakan protocol khusus tersebut terdiri dari tata kelola data anak, pengasuhan anak terkait COVID-19, hingga pengeluaran pembebasan anak melalui asimilasi dan integrase.

“Untuk penanganan COVID-19, kami juga terlibat dalam memberikan masukan terkait protocol yang dibuat terkait dengan kebutuhan perempuan dan anak di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,” ujar Nahar mengutip dari Kompas.com, Selasa (5/5).

Protokol tersebut terbagi menjadi beberapa bagian. Antara lain, pengasuhan bagi anak tanpa gejala, anak dalam pemantauan, pasien anak dalam pengawasan, kasus konfirmasi, dan anak dengan orangtua/wali/pengasu berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), serta kasus konfirmasi dan orangtua yang meninggal karena COVID-19.

Tercatat per 4 Mei 2020, Kemen PPPA telah menerima data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, ada 306 anak berusia 6-17 tahun serta 65 anak berusia 0-5 tahun yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa provnsi, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Aceh, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, Gorontalo, Bali, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, hingga Papua.

“Kami koordinasikan dengan daerah untuk ditindaklanjuti dengan program Kemen PPPA. Semua anak positif ditangani sesuai protocol kesehatan,” kata Nahar.

Beberapa program perlindungan lain yang dibuat, yakni Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak) dengan 10 aksi yang meliputi aksi tetap di rumah; pemenuhan hak perempuan dan anak; ketersediaan alat perlindungan diri (APD); jaga diri, keluarga, dan lingkungan; membuat tanda peringatan; menjaga jarak fisik; mengawasi keluar masuk orang dan barang; menyebarkan informasi yang benar; aktivitas media komunikasi daring; dan aktivasi rumah rujukan.

“Melalui upaya-upaya tersebut diharapkan anak-anak Indonesia semakin terlindungi menghadapi pandmei COVID-19,” pungkas Nahar.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar