Kemen PPPA Sebut Kekerasan pada Anak Meningkat di Masa Pandemi COVID-19

webinar "Wajah Baru PAUD di Indonesia Pasca Pandemi COVID-19 : Sinergi Sekolah dan Keluarga" yang diselenggarakan PG PAUD UHAMKA, di Jakarta, Sabtu (16/5). (Foto: ANTARA)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Adanya peningkatan angka kekerasan pada anak di masa pandemi COVID-19 diungkapkan oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Leny Nurhayati Rosalim.

“Hanya dalam jangka waktu tiga minggu dalam periode 2 hingga 2 April 2020, kekerasan pada anak mengalami peningkatan. Sebanyak 368 kasus kekerasan dialami 407 anak,” ujar Lenny dalam webinar “Wajah Baru PAUD di Indonesia Pasca Pandemi COVID-19: Sinergi Sekolah dan Keluarga” yang diselenggarakan PG PAUD UHAMKA, Sabtu (16/5).

Lenny menuturkan banyak orang tua yang belum siap dengan kondisi berdiam di rumah serta belum adaptif dengan kondisi saat ini.

“Selain itu, belum terbangun relasi yang setara dan orang tua belum siap menjadi pengasuh yang baik,” kata dia.

Kondisi ini, lanjut dia, banyak memunculkan konflik baru. hal itu yang menyebabkan peningkatan kekerasan di rumah baik pada pasangan maupun anak, terutama anak usia dini.

“Orang tua berada di rumah, anak juga belajar dari rumah. Orang tua kehilangan sumber pendapatan, cemas tidak mampu membayar tagihan, banyak yang tidak mampu mengelola mentalnya. Akibatnya pelariannya dengan melakukan kekerasan pada anak atau anggota keluarga lainnya,” terang Lenny.

Banyak perubahan yang dialami anak, dari kekerasan pada anak, anak tidak senang belajar di rumah, anak tidak bahagia, dan anak bosan berada di rumah.

Survei yang dilakukan Forum Anak terkait pandemi COVID-19 menyatakan 99 persen anak setuju belajar di rumah sangat penting. Namun, 58 persen mengungkapkan program belajar di rumah tidak menyenangkan. Dan 49 persen anak juga menyatakan program belajar rumah terlalu membebani dengan tugas yang banyak.

Lenny menambahkan, ideaknya orang tua harus mampu menciptakan suasana gembira. Pengasuhan anak pada amsa pandemi harus mengalami transformasi.

Dia juga memberi saran dalam mengasuh anak pada masa pandemi, yaitu dengan meluangkan waktu untuk bermain bersama anak, menggunakan kalimat positif, dan mengembangkan perilaku positif pada anak.

Selanjutnya, tetap tenang dan kelola stres, membuat rutinnitas harian yang fleksibel dan konsisten, terbuka tentang informasi COVID-19, serta mengarahkan perilaku buruk anak.

Untuk menciptakan iklim positif di rumah selama msa pandemi memerlukan komitmen, komunikasi, kratifitas, serta aksi.

Selain itu, Kemen PPPA telah menyediakan layanan konseling bagi orang tua yang mengalami gangguan psikologis pada saat pandemi. Melalui Layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA) para orang tua mampu mendapatkan edukasi, konsultasi, dan pendampingan, khususnya terkait masalah perempuan dan anak di tengah pandemi COVID-19.

Masyarakat dapat konsultasi dengan tenaga psikolog melalui hotline 119 ext. 8 yang juga merujuk pada hotline unit pengaduan Kemen PPPA yaitu 0821-2575-1234 / 0811-1922-911 atau melalui web browser http://bit.ly/kamitetapada, dan email pengaduan@kemenpppa.go.id.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar