Penelitian Terbaru: COVID-19 Bisa Parah pada Anak dan Remaja

Anak memakai masker (Foto: CNN Indoneisa)

KomnasAnak.com, NASIONAL - Menurut hasil penelitian terbaru, anak dan remaja positif terjangkit virus corona memiliki risiko lebih besar untuk mengalami komplikasi dan kondisi yang parah.

Fakta ini berkebalikan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa COVID-19 pada anak-anak dan remaja sangat jarang menimbulkan keparahan.

Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan di Rutgers University, New Jersey, dan telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Pediatrics.

“Tidak benar bahwa COVID-19 lebih sedikit menyerang orang muda,” ujar peneliti Lawrence C Kleinman, professor sekaligus Wakil Kepala Pengembangan Akademis dan Kepala Divisi Pediatrik Kesehatan Masyarakat, Rutgers Robert Wood Johnson Medical School.

Anak-anak renan mengalami keparahan penyakit terutama bila memiliki kondisi kronis bawaan, termasuk obesitas.

“Akan tetapi anak-anak yang tidak memiliki penyakit kronis juga rentan terifeksi COVID-19. Orang tua harus benar-benar waspada,” tambah Kleinman seperti dikutip dari Sciene, Rabu (13/5/2020).

Studi terseut dilakukan terhadap 48 anak-anak dan remaja, mulai dari bayi baru lahir sampai usia 21 tahun, yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di AS dan Kanada akibat COVID-19 sepanjang Maret-April 2020.

Lebih dari 80 persen pasien memiliki kondisi yang parah mulai dari peyakit imun, obesitas, diabetes, serta penyakit paru kronis. Sebanyak 40 persen dari jumlah tersebut bergantung pada alat atau teknologi rumah sakit untuk bisa bertahan hidup.

Lebih dari 20 persen pasien mengalami gagal organ, antara satu atau dua organ sekaligus, sebagai akibat dari infeksi COVID-19. Lebih dari 40 persen pasien membutuhkan alat bantu pernapasan.

Pada masa-masa terakhir dari tiga minggu penelitian, sebanyak 33 persen pasien masih berada di rumah sakit.tiga pasien masih membutuhkan alat bantu pernapasan, dan dua anak meninggal dunia.

“Studi ini memberikan pemahaman dasar tentang beban penyakit awal COVID-19 pada pasien anak,” tutur Hariprem Rajasekhar, dokter anak di obert Wood Johnson Medical School.

Masih banyak hal baru tentang COVID-19 yang perlu ditelusuri. Selama studi tentang pengaruh COVID-19 pada anak terus dilakukan, penting untuk tetap menjaga kondisi fisik dan mental anak agar tidak mudah sakit di masa pandemi. Tetap ikuti protocol kesehatan dari pemerintah dan selalu ikuti perkembangan situasi terkini.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar