Saran Bagi Orang Tua Saat Sekolah Kembali di Buka


Ilustrasi guru mengajar di kelas (Foto: CNN Indonesia)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Rencana pembukaan sekolah sempat disinggung oleh Komisi X DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan keputusan membuka kembali sekolah berada di tangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Meskipun skenario proses belajar mengajar di tengah pandemi telah disiapkannya.

Rumor pembukaan sekolah telah merebak di masyarakat walaupun jadwalnya belum pasti. Pakar pendidikan sekaligus guru besar Universitas Negeri Yogyakarta, Profesor Suyanto mengaku mendengar beragam informasi.

“Kabarnya sekolah yang dibuka, sekolah yang berada di kawasan yang tidak terpapar COVID-19. Tapi sata rasa itu manajemennya akan sulit dibanding belajar di rumah dan ada subsidi internet. Mungkin harus ada sistem shift, ada anak yang masuk pagi, ada yang siang, misal sekelas isinya 20 anak lalu yang masuk 10 anak,” ujar Suyanto melansir CNNIndonesia.com, Jumat (29/5/2020).

Suyanto mengingatkan orang tua wajib memastikan keamanan anak di sekolah, mulai dari faktor insfrastruktur sampai Sumber Daya Manusianya (SDM).

Insfrastruktur ini berhubungan dengan protokol kesehatan COVID-19 seperti cuci tangan, penggunaan masker, dan jaga jarak.

“Pastikan sekolah punya kamar mandi cukup, sanitasi baik, tempat cuci tangan tersedia secara proporsional sehingga cuci tangan tidak membuat anak antre berjubel. Pastikan jaga jarak terjadi di sekolah,” katanya.

Suyanto mengatakan guru sebaiknya sadar untuk mengenakan masker dan menjaga jarak fisik dengan siswanya.

“Guru yang biasanya menjelaskan sesuatu secara berdekatan dengan siswa sekarang nggak bisa lagi," imbuhnya.

Selebihnya, orang tua perlu membekali anak dengan perlengkapan kebersihan dan keselamatan. Seperti hand sanitizer (minimal 60 persen), masker, dan jika perlu sabun cuci tangan.

Orang tua pun perlu memberi edukasi anak tentang pentingnya cuci tangan dan memakai masker.

“Apalagi kita enggak tahu meski sekolah berada di zona hijau. Anak jajan bersentuhan dengan alat, dikhawatirkan ada kontaminasi virus,” katanya.
(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar