Kasus Kekerasan pada Anak Meningkat Selama Pandemi

Ilustrasi anak bermain di pantai (Foto: IDN Times)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Sebanyak tiga ribu kasus kekerasan pada anak tercatat sejak Januari hingga Juni 2020 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Kekerasan seksual menyumbang angka paling banyak dengan 1.848 kasus. Hadirnya pandemi COVID-19 memperparah kerentanan anak menjadi korban kekerasan.

 

“Berdasarkan data SIMFONI PPA, pada 1 Januari hingga 19 Juni 2020 telah terjadi 3.087 kasus kekerasan terhadap anak. Diantaranya 852 kekerasan fisik, 768 psikis, dan 1.848 kasus kekerasan seksual, angka ini tergolong tinggi,” kata Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Valentina Ginting, melansir dari IDN Times, Rabu (24/6).

 

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar sebelumnya telah menyatakan bahwa anak-anak adalah golongan yang paling rentan dalam segala bidang di masa pandemi. Oleh karenanya, anak-anak harus menjadi prioritas perlindungan khusus.

 

Pada awal Mei 2020, pemerintah telah meluncurkan beberapa protocol perlindungan anak lintas sektor. Hal ini bertujuan agar anak tetap terlindungi dan terpenuhi haknya di masa pandemik.

 

“Protokol lintas sektor ini menjadi bahan rekomendasi pedoman kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat dan Daerah terkait upaya-upaya perlindungan hak anak dalam berbagai kebijakan dan kegiatan penanganan COVID-19 serta dipublikasikan di website Covid-19.go.id. hingga hari ini, sosialisasi sudah kami lakukan di 34 provinsi,” kata Valentina.

 

Dengan adanya protocol dan sosialisasi, dirinya mengharapkan tidak ada pertambahan kasus kekerasan pada anak di era kenormalan baru.

 

Valentina menjelaskan bawa Kemen PPPA turut berupaya membantu pencegahan penyebaran virus corona pada anak dan perempuan. Salah satunya dengan mengarahkan dinas PPPA Provinsi dan Kebupaten atau Kota untuk memanfaatkan sarana 386 Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Molin) di 34 provinsi, sebagai sarana edukasi pencegahan COVID-19.

 

“Selain itu, memastikan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kebupaten atau Kota dapat dilakukan lebih intens lagi,” kata Valentina.

 

Terkait upaya penanganan anak terpapar COVID-19, Kemen PPPA telah membentuk Layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA) 119 ext 8 yang diperuntukkan bagi perempuan dan anak yang membutuhkan layanan edukasi, konsultasi, dan pendampingan.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar