Keluarga Patut Waspadai Naiknya Kasus Narkotika Anak

Ilustrasi transaksi narkotika (Foto: Kompas.com)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin, menyatakan meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika pada anak harus dijadikan alarm kewaspadaan bagi orang tua. Hal tersebut disampaikan sehubungan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020, Jumat (26/6).

 

“Meningkatnya kasus anak-anak dan remaja yang menggunakan narkotika seharusnya menjadi alarm bagi para orang tua,” ujar Lenny dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/6).

 

Dia mengatakan narkotika dapat berakibat buruk bagi fisik dan mental anak. Narkotika secara fisik mampu mengurangi kemampuan sistem imun tubuh. Dan mampu menyerang sisi emosional anak serta menyebabkan anak ikut pergaulan yang tidak sehat.

 

Oleh karena itu, peran keluarga terutama orang tua psangat krusial dalam mengedukasi bahaya narkotika kepada anak. Terutama sebelum mereka mengetahui informasi melalui teman yang bisa jadi tidak akurat.

 

Pasalnya, lingkungan pertemanan menjadi faktor uatama penyalahgunaan narkotika di kalangan anak-anak. Setidaknya, sebesar 92,6 persen pengguna memperoleh narkoba pertama kali dari teman dan hampir 80 persen diberikan secara gratis. Selain itu, sebesar 40,5 persen mencoba narkotika karena coba-coba, dan 35,2 persen karena bujukan teman.

 

Berdasarkan data BNN, penyelahgunaan narkotika di Indonesia pada 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun. Kemudian pada 2019, penyalahgunaan narkotika pada anak dan remaja meningkat sebesar 24-28 persen.

 

“Kewaspadaan orangtua dan keluarga harus ditingkatkan dalam mengawasi anak-anak agar terhindar dari bahaya narkotika,” kata dia.

 

“Hal ini perlu dilakukan mengingat korban narkotika banyak yang dipengaruhi oleh kurang dibangunnya pengasuhan sesuai hak anak di keluarga,” lanjut dia.

 

Kurangnya pengasuhan dalam keluarga membuat anak memiliki resiliensi rendah dan mudah terpengaruh lingkungan yang tidak kondusif dalam tumbuh kembangnya. Sebab, keluarga merupakan sekolah pertama dan utama untuk mewujudkan pengembangan baik fisik, psikis, moral, mental, dan sosial anak.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar