KemenPPPA : Kebijakan New Normal Harus Perhatikan Perlindungan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga
KomnasAnak.com, NAISONAL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta pemerintah menjamin perlindungan anak dari paparan virus corona dalam masa new normal atau kenormalan baru. Sebab, penularan masih terus terjadi, bahkan angka penularan pada anak di Indonesia terbilang tinggi.

 

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar menuturkan menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada 2 Juni, jumlah persentase anak usia 6 hingga 17 tahun yang terindikasi positif COVID-19 di Indonesia sebesar 5,6 persen.

 

“Ini menjadi bukti bahwa anak-anak juga terancam dalam situasi pandmei ini, sehingga perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Nahar, Rabu (3/6).

 

Dia menambahkan Kemen PPPA memiliki kewajiban menyelenggarakan koordinasi perlindungan anak dalam hal pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus. Termasuk dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini.

 

“Protokol-protokol teknis perlu disiapkan dan dikomunikasikan pada semua pihak agar bersama-sama dapat melakukan mitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul,” ucap Nahar.

 

Selain itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA Lenny N Rosalin menegaskan strategi kebijakan kenormalan baru harus disertai berbagai protocol yang dapat dilaksanakan secara tepat dan konsisten dengan tetap memperhatikan kepentingan anak.

 

“Perlindungan anak kharus dilakukan dimanapun anak-anak berada, termasuk pada saat di satuan pendidikan. Sangat penting bagi pemerintah terutama untuk membicarakan aspen pencegahannya, sehingga di era new normal nanti harapannya tidak ada satu pun anak kita yang mengalami masalah dengn diterapkannya new normal di satuan pendidikan,” tutur Lenny.

 

Melengkapi, Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Yogi Prawira menyatakan bahwa anak memiliki hak untuk hidup, hak sehat, dan hak pendidikan. Namun, hak untuk hidup adalah fokus saat ini.

 

“Berbicara tentang anak adalah bicara tentang manusia. Sebagai manusia mereka punya hak, yang pertama adalah hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan kesehatan, baru kemudian hak ntuk memperoleh pendidikan. Jadi jangan terbalik, kita pastikan mereka bisa survive, bisa sehat dulu, baru kita memikirkan tentang pendidikannya,” tegasnya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar