Ketua KPAI Tanggapi Wacana Peleburan Pendidikan Agama dengan PPKn

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto


KomnasAnak.com, NASIONAL - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyampaikan pendapatnya mengenao wacana peleburan mata pelajaran pendidikan agama dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

 

Menurut Susanto, peleburan dua mata pelajaran tersebut rentan menimbulkan kedangkalan pemahaman anak terhadap ajaran agama.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan penggabungan materi pendidikan agama dengan mata pelajaran lain dapat berpotensi pada pengurangan muatan materi pendidikan agama.

 

“Dampak pengurangan muatan materi agama rentan menimbulkan kedangkalan anak dalam memahami ajaran suatu agama dan mendegradasi penguatan karakter unggul pada anak,” ujar Susanto melansir dari Kompas.com, Jumat (19/6).

 

Dirinya menilai kurangnya pemahaman oleh masyarakat, khususnya pemahaman anak mengenai ajaran agama dapat memudahkan mereka dimasuki oleh paham radikalisme dan terorisme.

 

“Umumnya mereka memiliki pemahaman ajaran agama yang dangkal, sehingga mereka mudah terindoktrinasi paham yang salah,” kata Susanto.

 

Susanto menyebut pendidikan agama semestinya tetap ada dalam sistem pendidikan sebagai bentuk amalan pada sila pertama Pancasila. Sesuai dengan pasal 2 UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

 

Selain itu dalam pasal 3 UU Sisdiknas, pendidikan ansional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak juga peradaban bangsa yang bermartabat. Termasuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman.

 

Ditegaskan kembali dalam pasal 36 ayat (3) bahwa peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar penyuusunan kurikulum, diatas peningkatan potensi dan kecerdasan.

 

“Dengan demikian, struktur kurikulum harus menyesuaikan dan tidak keluar dari nafas dan mandat sistem pendidikan nasional Indonesia dimaksud,” sebut Susanto.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar