KPAI Usul Pemprov DKI Siapkan Fasilitas Kesehatan di Sekolah

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti
KomnasAnak.com, NASIONAL - Menyusul masa transisi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan Pemprov DKI Jakarta mempersiapkan fasilitas pendukung new normal di sekolah. Dinas Pendidikan DKI Jakarta dapat menggunakan masa transisi PSBB untuk melakukan sejumlah persiapan.

 

“KPAI mengapresiasi Pak Anies Baswedan, artinya Gubernur DKI sudah tepat melakukan itu. Sekolah sebaiknya jangan masuk dahulu di Juli ini. Memang sih satu semester ini tetap belajar dari rumah, buka mungkin nanti di januari 2021 saja di semester kedua,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti melansir Detikcom, Kamis (5/6/2020).

 

“Hanya saja dari bulan ini sampai bulan Desember ya pemerintah DKI harus menyiapkan seluruh infrastruktur untuk new normal termasuk juga mensosialisasi,” tambahnya.

 

Retno mengatakan harusnya Anies memerintahkan jajarannya untuk melakukan rapat koordinasi dimulai dengan sudah disusun misalnya protocol kesehatan yang ketat. Untuk apa protocol kesehatan yang ketat kalau tidak disosialisasikan. Nah itu penting dinas menyampaikan ke kepala sekolah,” jelasnya.

 

Salah satu fasilitas untuk mendukung protocol kesehatan menuruut Retno adalah wastafel. Setiap sekolah mesti memiliki wastafel memadai.

 

“Dalam protocol itu ada kewajiban cuci tangan, secara infrastruktur harus dipastikan. Ajaklah rapat kepala sekolah itu, lalu tanyakan berapa jumlah muridnya, berapa jumlah wastafel. Kalau tidak seimbang harus dibangun dulu,” tutur Retno.

 

Lebih lanjut, Retno juga meminta agar kantin sekolah tidak dibuka. Namun orang tua siswa diharapkan telah menyediakan bekal untuk anaknya.

 

“Kemudian yang mesti dilakukan oleh pemerintah adalah kantin nggak dibuka. Berarti perlu dipasikan orang tua membawa bekal untuk anak-anak,” ungkapnya.

 

Retno menilai penerapan pembagian shift untuk siswa sekolah menengah tidak epat. Dia menyebut kebijakan itu akan membebankan guru.

 

“Kalau sekolah SMA misalnya dua shift itu agak merepotkan, misalnya anak separuh aja dari 36 di dalam kelas. Itu artinya kita harus mengulang materi yang sama di dalam satu kelas itu dua kali. Lebih baik nggak begitu, sebaik tetap dengan pola itu. Sekolah di China itu 40, tapi mereka memakai pembatas plastic di setiap meja,” sebutnya.

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memtuskan kegiatan belajar-mengajar masih tetap dilakukan dari rumah. Dia menyebut siswa bisa kembali ke sekolah apabila situasi sudah aman dari virus corona.

 

“Belajar mengajar di sekolah belum dimulai dulu, tidak akan dimulai sampai kondisinya aman,” kata Anies dalam konferensi pers melaui channel Youtube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6).

 

“Jadi, bila kondisi belum dianggap aman, maka kegiatan belajar mengajar belum dilakukan,” ujarnya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar