Anak-Anak Lebih Tangguh Hadapi Infeksi Virus Corona

Sekolah dapat kembali dibuka dengan memperhatikan protokol kesehatan (Foto: DetikNews)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Penelitian menyimpulkan bahwa anak lebih tangguh hadapi virus corona. Namun sejauh ini peneliti belum yakin apa yang menjadi penyebabnya. Dokter menduga sistem tidak spesifik bawaan sudah efektif pada anak-anak.

 

Sebagai pertahanan dari pategon perdana, ibu memberikan proteksi sistem kekebalan tubuhnya pada janin dalam kandungan, serta pada bayi saat lahir natural melalui saluran vaginal. Setelah itu, kekebalan makin terbentuk lewat pemberian air susu ibu.

 

Sistem pertahanan tubuh bawaan, termasuk sel pembunuh dan sel pembersih sampah ini berupa sel darah putih yang menyerang patogen yang masuk ke dalam tubuh lewat mukosa membrane kulit.

 

Imunisasi pasif ini biasanya bertahan hingga anak mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya sendiri, yaitu pada kisaran usia 10 tahun. Tapi, kekebalan tubuh bawaan masih dapat belajar menghadapi patogen baru seumur hidup.

 

Anak-Anak Bukan Penyebar COVID-19

Berbeda dengan penyakit infeksi lain yang mudah ditularkan oleh anak, virus corona tampaknya tidak disebarkan oleh anak-anak.

 

Riset oleh pemerintah negara bagian Jerman, Baden-Wrttemberg menunjukkan bahwa anak-anak bukan vector penular virus corona penyebab COVID-19. Hasil riset ini sekarang jadi landasan untuk membuka kembali taman kanak-kanak dan sekolah secepatnya. Syaratnya, standar kebersihan hingga aturan jaga jarak tetap diperhatikan.

 

Meskipun begitu, belum diketahui apakah infeksi COVID-19 pada anak sama berbahayanya dengan yang dialami orang dewasa. Dalam penelitian pakar virology Christian Drosten dari Rumah Sakit Charite di Berlin, menunjukkan jika tenggorkan anak yang terinfeksi memiliki jumlah virus yang sama banyaknya dengan orang dewasa. Penelitian lain juga memaparkan hasil yang serupa.

 

Namun, banyaknya jumlah virus dalam saluran pernapasan tidak membuktikan bahwa virus tersebut memiliki efek yang sama kuat. Karena anak-anak menunjukkan gejala relatif ringan, hal tersebut bisa jadi menunjukkan kemungkinan mereka menginfeksi orang lain juga rendah. Demikian pernyataan para dokter anak dan spesialis hygiene yang dirilis oleh empat asosiasi medis terkemuka.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar