Jaga Ikatan Batin agar Anak Tak Merasa Asing dan Cari Pelarian

Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3AMP) Kota Bandung, Aniek Febriani (Foto: Tribunnews)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Orangtua sebaiknya menyisihkan lebih banyak waktu untuk anak ketika berada di rumah. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3AMP) Kota Bandung, Aniek Febriani.

 

Menurut dia, waktu luang dapat mempererat ikatan batin antara orangtua dan anak. Sebab, anak akan cenderung mencari pelarian lain bila tidak merasakan ikatan batin dan asing dengan orangtuanya.

 

“Kadang dirasakan kalau sudah di rumah itu, fisiknya ada tapi batinnya kemana-mana. Komitmen harus dari orangtua sendiri, bahwa kita di rumah untuk anak. kadang anak merasa tidak ada akses untuk bicara dengan orangtua, (sehingga) mereka itu mencarinya di luar dengan sahabat, komunitasnya, dan yang diperoleh mereka dari luar itu belum tentu yang terbaik untuk mereka,” ujar Aniek saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (21/7).

 

Dirinya mengungkapkan, pendampingan dan pengawaasan orangtua terhadap anak perlu diperketat, terutama pada era sekarang. Sebab, kekerasan seksual dapat bermula dari media sosial yang anak miliki.

 

“Ada beberapa yang anak di bawah umur terjerat prostitusi online dengan aplikasi Mi-chat, Facebook, dan lain-lain,” katanya.

 

“Untuk memutus rentang prostitusinya itu, kami tidak memiliki akses aplikasi ke sana, karena berskala internasional. Seharusnya, orangtua harus menyisihkan waktu untuk berbicara dan meningkatkan kualitas dengan anak karena anak-anak juga perlu berbicara dengan orangtua,” sambung Aniek.

 

Orangtua, kata dia, harus bisa memosisikan diri sebagai sahabat dan menjadi pendengar yang baik. jangan sampai anak menjadi lebih akrab dengan gawai ketimbang orangtuanya. Hubungan yang baik antara orangtua dan anak dapat mengurangi potensi terjadinya kekerasan kekerasan dari dan kepada anak.

 

“Penggunaan gadget berlebihan dapat mengubah sikap, boleh dikatakan sudah sakau, dipanggil sedikit saja jawabannya teriak. Itu salah satu tandanya mereka sudah terganggu. Kalau anaknya melawan nanti timbul kekerasan verbal,” katanya.

 

Aniek menambahkan, DP3AMP memiliki layanan untuk konseling gratis bagi keluarga yang membutuhkan pembekalan.

 

“Untuk keluarga yang membutuhkan pembekalan seperti itu, kami ada. Siapapun bisa datang, disana ada tujuh konseler yang akan membantu keluarga melakukan konseling,” ucapnya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar