Kata KPAI Soal Penyebab Banyaknya Remaja Terjaring Razia di Hotel

Komisioner KPAI Jasra Putra (Foto: Kompas.com)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Banyaknya remaja yang terjaring razia di hotel di Provinsi Jambi terus menjadi sorotan. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menilai hal tersebut terjadi akibat kebutuhan tumbuh kembang pubertas remaja tidak tersalurkan dengan baik di masa pandemi.

 

“KPAI melihat besarnya pasangan siswa SMP yang terlibat, menandakan anak-anak remaja kita sangat rentan,” kata Jasra dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7).

 

“Kebutuhan tumbuh kembang pubertas di usia produktifnya tidak tersalurkan dengan baik, karena semua akses dibatasi,” lanjut dia.

 

Pembatasan yang dimaksud Jasra yaitu terganggunya pembelajaran tentang reproduksi di sekolah dan pusat komunitas. Sedangkan, pembelajaran secara daring untuk materi tersebut dinilainya tidak cukup.

 

“Dilakukan banyak melalui via daring yang hanya menyasar pengetahuan remaja saja, namun bagaimana perubahan perilaku dari informasi tersebut perlu dipantau,” ujarnya.

 

Jasra melanjutkan, beberapa kegiatan positif remaja juga terhenti selama pandemi COVID-19. Sehingga berpotensi memicu hormone stres.

 

“Ketergantungan pada gadget menyebabkan juga agresifitas yang tinggi, hormone stres atau tekanan juga tinggi dengan fasilitas yang berkurang, yang berakhir pada mencari eksistensi sendiri,” ungkap dia.

 

Sebelumnya, tim gabungan TNI/Polri bersama Pemerintah Kecamatan Pasar Kota Jambi menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), Rabu (8/7) malam. Hasilnya, 37 pasangan remaja di bawah umur terjaring hendak melakukan pesta seks di hotel.

 

Dari 37 pasangan yang diamankan, beberapa hendak menggelar perayaan ulang tahun dengan pesta seks. Camat Pasar Kota Jambi, Musrida mengaku prihatin dengan kejadian tersebut.

 

“Dalam operasi itu, banyak yang terjaring anak-anak remaja di bawah umur. Mereka menyewa kamar hotel. Sangat miris sekali. Laki-lakinya umur 15 tahun, ada perempuannya umur 13 tahun. kita temukan ada satu perempuan enam laki-laki di satu kamar,” kata Mursida.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar