Kemen PPPA Ajak NGO Perkuat Usaha Perlindungan Anak

Menteri Bintang Puspayoga dalam memimpin rapat (Foto: Balipuspanews.com)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak semua lembaga swadaya masyarakat untuk memperhatikan persoalan perlindungan anak di Indonesia.

 

“Peran lembaga masyarakat (NGO) sangatlah strategis sebagai salah satu dari empat pilar pembangunan anak, yaitu pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Melalui pertemuan perdana ini, saya ingin membuka ruang dialog bersama seluruh perwakilan lembaga masyatakat pemerhati anak untuk menghadirkan suatu layanan perlindungan anak yang bersifat komprehensif dan tuntas dari hulu ke hilir,” ujar Menteri Bintang Puspayoga dalam sambutannya pada acara Dialog Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) Pemerhati Anak, Senin (29/6).

 

Kemen PPPA telah melakukan upaya pencegahan yang fokus pada lima target utama terkait pembangunan anak untuk lima tahun mendatang.

 

Pertama, melalui anak, dengan peran Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor (2P) di tingkat nasional hingga desa/kelurahan.

 

Kedua, melaui keluarga dengan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai pusat informasi dan konseling yang dilengkapi dengan tenaga professional yaitu psikolog dan konselor.

 

Ketiga, melalui satuan pendidikan dengan peran sekolah ramah anak (SRA) termasuk dalam menerapkan disiplin positif di sekolah.

 

Keempat, melalui lingkungan dengan mengembangkan pusat-pusat kreativitas anak, ruang bermain ramah anak, rumah ibadah ramah anak seperti masjid ramah anak, gereja ramah anak, dan lain-lain.

 

Kelima, melalui wilayah dengan mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA), meliputi Provinsi Layak Anak (PROVILA), Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), Kecamatan Layak Anak (KELANA), dan Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA).

 

Selain itu, Kemen PPPA telah meningkatkan upaya pelayanan dengan menambah jumlah dan kualitas UPTD PPA yang ditargetkan dapat dibentuk di seluruh provinsi dan kabupaten/jota di Indonesia. Selain itu, juga memperkuat kapasitas SDM Layanan, termasuk melakukan standarisasi SDM, serta memperbaiki sistem data Simfoni PPA dan layaan pengaduan melalui hotline SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) 129.

 

Pada dialog bersama tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi (Kak Seto) mengungkapkan bahwa selain upaya pemberian layanan pendidikan ramah anak dan mobil kelas belajar, LPAI juga harus terus menggencarkan kampanye Spartan (Seksi Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga) yang mengupayakan tindakan preventif terkait cara mendidik anak dalam pengasuhan kelluarga dengan baik dan tanpa kekerasan.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar