Kemen PPPA Susun Protokol Kesehatan untuk Anak Disabilitas di Era Tatanan Baru

Ilustrasi anak melawan COVID-19 (Foto: Grid.id)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyebut Anak Penyandang Disabilitas (APD) sebagai salah satu kelompok yang rentan terpapar COVID-19.

 

Karenanya, dibutuhkan perlindungan khusus bagi mereka dan didampingi oleh orangtua maupun pendampingnya. Terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan khususnya, termasuk mendukung mobilitas, gerak, dan komunikasi.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti dalam webinar, Jumat (3/7).

 

“Tentu kondisinya kita bisa pahami usia balita, saat usia ini mereka yang tergantung pada orang tua atau dewasa dalam tumbuh kembangnya. Jadi titik kuncinya orang dewasanya yang mengasuh anak,” ujar Ciput.

 

“Dan bagaimana dengan anak disabilitas, anak yang memerlukan perlindungan khusus yang harus mendapatkan perhatian dari negara, masyarakat, dan pilar-pilar negara lainnya, dunia usaha,” sambungnya.

 

Penyandang disabilitas ini mengalami keterbatasan fisik, intelektual, dan otot-otot sensorik dalam jangka waktu lama dan dalam berinteraksi dengan lingkungan, dan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi dengan efektif.

 

Karena itu, anak-anak disabilitas harus termasuk menjadi prioritas dalam situasi pandemi COVID-19 terutama memasuki era tatanan baru sekarang ini. Pendampingan anak disabilitas di era tatanan baru memerlukan pedoman yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

 

“Kami lintas kementerian lembaga yang memiliki mandat untuk memastikan ketersediaan pelayanan bagi anak, dan khususnya anak disabilitas, maka kami bersama-sama akan menyusun protokol-protokol terkait perlindungan khusus anak di masa pandemi,” ucap Ciput.

 

“Tapi yang jelas telah tersedia 5 protokol lintas sektor perlindungan khusus bagi anak di situasi pandemi ini, dan salah satunya protokol perlindungan anak penyandang disabilitas dalam situasi pandemi,” paparnya.

 

Maka dari itu, protokol disabilitas anak ini tujuannya untuk memastikan pemberian pelayanan dan bantuan bagi anak penyandang disabilitas, baik dia berstatus tanpa gejala atau dalam pemantauan atau juga menjadi pasien dan terkonfirmasi COVID-19.

 

Kemen PPPA pun ingin hak-hak semua anak bisa terpenuhi dan semua lingkungannya mendukung tumbuh kembang anak dalam mematuhi protokol kesehatan.

 

Sehingga ruang lingkungan mereka yang bersih ini dapat terjaga sebagai upaya pencegahan terhadap virus corona. Di sisi lain, mereka tetap mendapatkan hak-haknya sebagai anak penyandang disabilitas.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar