Komnas Perempuan Sesalkan Kasus Pelecehan Seksual Remaja Oleh Pejabat Perlindungan Anak

Ilustrasi anak terancam (Foto: Detik.com)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Komnas Perempuan menyesalkan kejadian pemerkosaan terhadap remaja putri (14) yang dilakukan oleh pejabat perlindungan anak Lampung Timur. Komnas Perempuan menegaskan bahwa korban tersebut seharusnya mendapat perlindungan, bukan perbuatan pelacehan.

 

“Sebagai lembaga HAM yang memiliki mandat penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan bekerja sangat dekat dengan pengada layanan, kami amat sangat menyesalkan dan marah atas kasus kekerasan seksual yang terjadi pada korban,” ujar Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini mengutip dari Detik.com, Senin (6/7).

 

“Pengada layanan itu baik yang dikelola oleh pemerintah atau komunitas adalah ‘ruang aman’ bagi korban. Tempatnya berlindung, tetapi justru mendapat perlakuan sebaliknya dan dilakukan oleh orang yang seharusnya melaksanakan perlindungan sesuai tupoksinya,” imbuhnya.

 

Iswarini berharap agar pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. Dia menyebut pelaku harus bertanggungjawab atas kekerasan seksual yang dilakukannya terhadap anak yang sedang mencari keadilan.

 

“Komnas Perempuan merekomendasikan agar kasus ini dibawa ke ranah hukum agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku mengingat dia melakukan kekerasan seksual kepada anak yang juga pencari keadilan. Posisinya sebagai orang yang bertanggungjawab untuk perlindungan tetapi justru melakukan kejahatan maka akan memperberat hukuman,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Iswarini berharap korban segera mendapat pemulihan. Dia juga menyoroti proses seleksi pejabat perlindungan anak yang harus benar-benar diperhatikan.

 

“Merekomendasikan agar korban mendapatkan pemulihan secepatnya dan bantuan hukum yang tepat. Merekomendasikan agar sistem rekrutmen terhadap pimpinan-pimpinan atau staf yang berhubungan langsung dengan korban di lembaga pengada layanan dan rumah aman juga memperhitungkan jenis kelamin,” kata Iswarini.

 

Sebelumnya, Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur berinisial DA dilaporkan ke polisi karena diduga memerkosa remaja putri berinisial N (14). Polisi akan memanggil DA terkait kasus tersebut.

 

“Secepatnya, ini kan sekarang digelar, sesegera mungkin (pemanggilan-pemanggilan). Kita gerak cepat,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin (6/7).

 

Pandra mengatakan remaja putri 14 tahun itu merupakan pelajar yang dititipkan di P2TP2A Lampung Timur karena sebelumnya dicabuli oleh sang paman pada Januari 2020. Namun, saat melakukan konseling itu dia mengalami pelecehan seksual dari DA.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar