KPAI Luruskan Kasus Pelecehan Anak di P2TP2A Lampung Timur

Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti (Foto: Tagar)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan dan penjualan seorang remaja (NV/14) di lembaga perlidungan anak. KPAI telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Lampung Timur.

 

Dari koordinasi tersebut, KPAI menemukan beberapa fakta baru guna meluruskan informasi yang banyak beredar di masyarakat. Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan Ketua P2TP2A Lampung Timur adalah seorang perempuan bernama Maria dan bukan ASN (Aparatur Sipil Negara).

 

“Bahkan seluruh jajaran pengurus dan pendamping juga tidak ada yang berstatus ASN. Hal ini dikarenakan P2TP2A Lampung Timur belum menjadi UPT (Unit Pelaksana Tugas),” ujar Retno melansir Tagar, Rabu (8/7).

 

Retno juga membantah pelaku kekerasan seksual tersebut menjabat sebagai pimpinan atau ketua P2TP2A, melainkan pendampping. Meskipun begitu, Retno menyebut NV lebih banyak berkomunikas dengan pengurus P2TP2A yang merupakan seorang perempuan berinisial R dalam proses pemulihan psikologisnya.

 

Dia pun meluruskan kabar dugaan kekerasan tersebut terjadi di rumah aman. Menurut Retno, Lampung Timur belum memiliki rumah aman untuk korban kekerasan anak dan perempuan.

 

“P2TP2A Lampung Timur memang diberikan fasilitas berupa ruangan kantor di kompleks Pemda Lampung Timur yang bersisian dengan Tempat Penitipan Anak (TPA) usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, anada NV tidak pernah menginap di kantor tersebut,” tegasnya.

 

Retno berharap kasus tersebut tidak berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap pelayanan P2TP2A di berbagai daerah di Indonesia sebagai lembaga penyedia layanan perlindungan anak dan perempuan korban kekerasan.

 

“Sepanjang pengwasan KPAI, mayoritas P2TP2A memberikan pelayanan dan perlindungan sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundangan yang berlaku, terutama terhadap anak, baik sebagai korban maupun pelaku tindak kekerasan,” ucap Retno.

 

Sebelumnya, NV (14) dengan didampingi orangtua melaporkan Kepala UPT P2TP2A Lampung Timur berinisial DA ke Polda Lampung. NV mengaku telah diperkosa oleh DA.

 

“Iya betul sekali, jadi laporan sudah kita terima pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2020. Itu yang melaporkan adalah orangtua korban,” tutur Kabid Humas Polda Lampung Kobes Zahwani Pandra Arsyad, Senin (6/7).

 

Pandra mengatakan NV adalah seorang pelajar. Dia berada di P2TP2A Lampung Timur karena telah menjadi korban kekerasan seksual oleh pamannya.

 

“Jadi korban ini adalah korban yang mana dia mengalami pencabulan terlebih dahulu oleh pamannya,” ujar Pandra.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar