KPAI: Mayoritas Orangtua Tak Dampingi Anak Gunakan Gawai

Ilustrasi anak bermain gadget (Foto: Ayo Semarang)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah mengatakan orangtua cenderung tidak mendampingi anaknya saat menggunakan gawai selama pandemi COVID-19.

 

“Perlu ada edukasi penggunaan gawai bagi anak. Dari hasil survei, terlihat ibu lebih sering mendampingi anak saat bermain gawai dibandingkan ayah,” kata Ai dalam diskusi daring menyambut peringatan Hari Dunia Anti Perdagangan Orang di Jakarta, Rabu (29/7).

 

Menurut survei KPAI dengan responden 25.164 anak dan 14.169 orangtua di 34 provinsi, mengenai anak diijinkan menggunakan gawai selama pandemi mendapati 79 persen anak diperbolehkan menggunakan gawai selain untuk belajar, 71,3 persen anak memiliki gawai sendiri, dan 79 persen menggunakan gawai dengan orangtua tanpa ada aturan.

 

Di sisi orangtua, ada 76,8 persen mengijinkan anak menggunakan gawai selain untuk belajar dengan alasan sarana mencari pengetahuan (74,1 persen), serta membua video, tulisan, atau aktivitas produktif lainnya (44,9 persen).

 

“Namun, anak paling sering menggunakan gawai untuk chatting dengan teman yaitu 52 persen, menonton 52 persen, mencari informasi 50 persen, menggunakan media sosial 42 persen, dan lain-lain,” tutur Ai.

 

Sementara itu, dari sisi orangtua, sebanyak 71,6 persen orangtua tahu anaknya menggunakan gawai untuk mencari informasi, 60,4 persen menonton Youtube, 59 persen bermain game, dan 45,8 persen chatting dengan teman.

 

“Orangtua yang sering menjelaskan anfaat dan dampak buruk penggunaan gawai adalah ibu sebanyak 43,3 persen, sementara ayah hanya 38,6 persen. Bahkan ada 10 persen ayah yang tidak pernah menjelaskan manfaat dan dampak buruk penggunaan gawai,” jelas Ai.

 

Sebanyak 90,3 persen orangtua menjelaskan bahwa gawai dapat menyebabkan kecanduan, melihat tayangan atau iklan tidak baik 55,7 persen, diperlihatkan atau dikirimi gambar tidak sopan 34,6 persen, dikirimi foto tidak sopan dan ditipu 25 persen, dan dikirimi video tidak sopan 23,1 persen.

 

Lama anak mengakses internet yaitu 1 jam hingga dua jam per hari 35,5 persen, dua jam hingga lima jam per hari 34,8 persen, dan lebih dari lima jam per hari 25,4 persen.

 

“Ada potensi celah antara pengasuhan yang dilakukan orangtua dengan yang diterima anak. kualitas komunikasi dalam pengasuhan perlu dikuatkan,” katanya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar