KPAI Nilai Masalah Ketimpangan PJJ Belum Teratasi

(Ilustrasi: Medcom)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan masih ada masalah terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang belum menemui titik terang. Terutama, masalah terkait internet dan perangkat pendukung di tiap daerah.

 

Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, menilai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim belum memiliki aksi nyata dalam meminimalisasi ketimpangan PJJ. Padahal, PJJ telah memasuki bulan kelima.

 

“Kami lihat Kemendibud gagap menghadapi PJJ, dan nyaris tidak terlihat punya aksi nyata untuk intervensi kepada guru dan sekolah agar potensi ketimpangan pembelajaran di kalangan siswa tidak melebar,” ujar Retno dalam konferensi video, Jumat (17/7).

 

Menurut Retno, keberadaan Nadiem pada dunia pendidikan awalnya dipandang memberi angin segar saat harus melakukan pembelajaran daring. Sebab, PJJ sangat bergantung dengan teknologi dan Nadiem dianggap kuat dalam dunia digital karena kesuksesannya membangun usaha ojek daring.

 

“Justru di era digital di saat menterinya sebenernya hebat di digital. Tapi justru tidak terjadi intervensi. Akhirnya ketimpangan pembelajaran di siswa disparitasnya melebar,” lanjut Retno.

 

Meskipun Kemendikbud menyatakan pembelajaran tidak sepenuhnya daring, tambah Retno, keberadaan internet tetap sangat diandalkan. Mereka yang tidak punya akses internet akhirnya tidak terlayani dengan baik.

 

Menurut Retno, langkah terdekat yang dapat dilakukan Kemendikbud saat ini adalah dengan menyediakan internet gratis. Setidaknya siswa dengan ekonomi rendah yang terkendala dalam membeli paket kuota bisa tetap melakukan PJJ daring.

 

“KPAI dorong Kemendikbud mengajukan penggratisan internet selama PJJ, Senin sampai Jumat sampai delapan jam kepada Kominfo,” ungkapnya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar