Ilustrasi anak-anak yang perlu dilindungi hak dasarnya (Foto: bombastis.com)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Momentum Hari Anak Nasional tahun 2020 hendaknya dijadikan sebagai alarm bagi pemerintah dan semua pihak untuk menghargai hak anak. Hal tersebut disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Libu Perempuan Sulawesi Tengah.

 

“Yang harus diingat adalah momentum peringatan ini, harus benar-benar jadi pengingat bahwa hak-hak anak itu harus dihargai,” ujar Direktur LSM Libu Perempuan, Dewi Rana, di Palu, Jumat (24/7).

 

Dewi berpendapat bahwa orang dewasa sering berlaku egois sehingga seolah-olah mereka yang akan terus berperan dalam kehidupan.

 

“Kita lupa bahwa setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya,” ucapnya.

 

Dewi Rana menyarankan agar semua pihak benar-benar menjadikan HAN 2020 sebagai pengingat bahwa anak adalah pemegang tongkat estafet pembangunan.

 

“Kalau kita abai dengan hak-hak anak, maka dengan sendirinya sama dengan kita seperti akan menuju kehancuran bangsa. Contoh kecil misalnya, ketika kita abai dengan pengawasan terhadap anak, sementara narkoba beredar dimana-mana. Maka cepat atau lambat kita akan digantikan oleh generasi yang tidak berkualitas. Maka dengan sendirinya akan membawa kehancuran bagi kita sendiri,” sebutnya.

 

Dewi menyebut perlunya strategi pemenuhan hak-hak anak. Sebelum menyusunnya, kata dia, terlebih dahulu harus diketahui apa itu hak anak agar strategi dapat sesuai kebutuhan.

 

“Kita harus bicara terlebih dahulu soal apa itu hak dasar anak, sebagaimana kita ketahui bahwa hak dasar anak itu antara lain, hak hidup, hak atas tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak untuk berpartisipasi,” ujarnya.

 

Dia menambahkan semua pihak harus konsisten dalam upaya pemenuhan hak dasar anak, dan memastikan bahwa itu berjalan.

 

“Disini butuh keseriusan, kerja keras, koordinasi dan layanan yang mudah diakses hingga ke desa/kelurahan,” ungkap Dewi.

 (Editor: Melina Nurul Khofifah)