Orangtua Sumber Penularan Virus Corona pada Anak

Ilustrasi anak memakai masker (Foto: pixabay)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Sebelumnya, banyak penelitian memaparkan jika COVID-19 tidak memiliki resiko tinggi pada anak. Termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakita Amerika Serikat (CDC) yang menyebut bahwa anak memiliki gejala COVID-19 relatif ringan dibanding orang dewasa.

 

Penelitian tersebut dibantah oleh dokter anak sekaligus anggota IDAI Dr. Margaret Komalasari, Sp.A., dengan mengatakan bahwa anak tetap berisiko tertular COVID-19. Hal itu dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak yang belum sempurna.

 

“Tidak benar (jika) anak tidak memiliki risiko,” ujar Dr. Margaret dalam diskusi webinar #GerakanTanganABC, Jumat (3/7).

 

Dia mengatakan dalam penularan COVID-19, anak biasanya tidak tertular dari sesama anak, melainkan tertular dari orang dewasa sekitarnya yang membawa virus. Terlebih kebanyakan anak berdiam diri dan dibatasi untuk keluar rumah.

 

“Masalahnya, anak-anak tidak mendapatkan virus dari sesama anak-anak, mereka sangat dibatasi dari keluar rumah, biasanya mereka tertular dari orangtua itu sendiri,” paparnya.

 

Oleh karena itu, Dr. Margaret meminta para orangtua atau orang dewasa untuk menerapkan protokol kesehatan saat tiba di rumah, terutama jika ada anak dan orang yang rentan terinfeksi.

 

“Sampai di rumah cuci tangan, lepas sepatu, ganti baju, baru memegang atau kontak dengan anak,” imbuhnya.

 

Dr. Margaret juga memaparkan kenaikan jumlah anak terinfeksi virus corona menurut data IDAI. Pada Mei 2020, sebanyak 584 anak dinyatakan positif COVID-19 dan 14 diantaranya meninggal dunia. Jumlah ini meningkat pada Juni 2020 menjadi 3.064 anak positif COVID-19 dan 28 anak diantaranya meninggal dunia.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar