Pelaku Meninggal, Kasus WN Prancis Pemerkosa 305 Anak Dihentikan

Pelaku pemerkosaan terhadap 305 anak di bawah umur (foto: Suara.com)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Kasus pemerkosaan terhadap 305 anak di bawah umur yang dilakukan oleh warga negara Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) resmi dihentikan Polda Metro Jaya. Hal ini karena pelaku sudah meninggal dunia.

 

“Betul kasusnya sudah kita hentikan,” kata Kabid Humas Polda Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).

 

Meskipun telah dihentikan, Yusri memastikan penyelidikan pada setiap korban akan tetap dilakukan. Pihak kepolisian terus mencari tahu siapa saja korban FAC guna memberi rehabilitasi bagi setiap korban.

 

“Kita tetap mencari dan mengidentifikasi korban-korbannya,” ujar Yuri.

 

Pihak kepolisian telah mengkonfirmasi korban FAC berjumlah 305 anak. Modusnya dengan menawari korban menjadi model dan di ajak ke hotel. Di hotel itulah FAC melakukan aksi bejatnya.

 

“Untuk korban sebanyak 305 anak ya. Kalau anak ini bisa dikatakan anak di bawah umur, berumur 18 tahun,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di saat konferensi, Kamis (9/7).

 

FAC sebenarnya dijerat dengan Pasal 81 Ayat (5) jo Pasal 76D UU No 1/2006 tentang perubahan kedua atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan anak. Dia terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

 

Dia juga bisa dijerat dengan pasal pencabulan terhadap anak di bawah umur Pasal 82 Jo 76E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

 

Namun, belum menjalani sidang, FAC lebih dulu meregang nyawa. Dia ditemukan dalam keadaan lemas setelah melakukan percobaan bunuh diri.

 

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr Umar Shahab menjelaskan kondisi FAC saat ditemukan.

 

“Kondisi lemas, tensi maih teraba, kami larikan ke Kramat Jati, sampai di UGD dilakukan tindakan sesuai prosedur,” kata Umar kepada wartawan, Senin (13/7).

 

Dia dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya dalam kondisi lemas. Umar mengatakan bahwa tensi FAC masih terasa sehingga pihaknya langsung membawa Frans ke RS Polri Kramat Jati.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar