Siswa sekolah dasar Jakarta Nanyang School (JNY) memakai masker ketika berangkat ke sekolah (Foto: Liputan6)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Masker menjadi barang wajib di masa pandemi seperti saat ini. Namun, ternyata beberapa golongan umur tidak diperkenankan memakai masker. Salah satunya adalah anak-anak di bawah 2 tahun.

 

Dokter Spesialis Anak, dr Andreas mengatakan protokol kesehatan pada anak sedikit berbeda dengan protokol kesehatan untuk orang dewasa.

 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan penularan virus corona melalui aerosol maupun aerbond dapat menyebar sejauh 1,5 meter.

 

“Physical distancing pada anak yang kita (IDAI) anjurkan itu dua meter,” ujar dr Andreas.

 

Dia tetap menyarankan agar anak tetap berada di rumah selama masa pandemi. Kecuali jika ada keadaan mendesak, orangtua dan anak hendaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semisal, ketika anak perlu melakukan imunisasi ke rumah sakit.

 

“Ketika kita harus datang ke rumah sakit, protokol kesehatan harus dilakukan. Yang terbaik masker plus face shield lebih melindungi lagi dan cakupannya lebih besar menggunakan masker yang dikombinasikan dengan face shield,” kata dia.

 

Namun, Andreas tidak menganjurkan anak di bawah dua tahun untuk menggunakan masker. Dia lebih menyarankan agar anak di bawah dua tahun dibawa dengan kereta dorong dan mengenakan penutup pada kereta yang digunakannya saat harus keluar rumah.

 

“Ketika kita punya kereta dorong itu ditutupi atau dilindungi dan anak dipakaikan face shield,” katanya.

 

“Atau pilihan kedua, membawa tas anti COVID-19 dibawa yang isinya hand sanitizer, dan untuk bersih-bersihnya,” tambah Andreas.

 

Diketahui, kasus anak terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia terbilang cukup tinggi, bahkan tertinggi di Asia. Andreas pun berharap orangtua memperhatikan perlindungan kepada anak dari bahawa virus corona.

 

“Sekarang ini, mall dibuka anak dibawa ke mall, tapi tidak diperhatikan kalau anak juga harus dibawa imunisasi. Jadi protokol kesehatan anak sama dengan orang dewasa. Namun, pilihannya untuk masker baru diberikan pada anak di atas dua tahun,” ujar Andreas.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)