Virus Corona Berpeluang Sebabkan Kerusakan Otak pada Anak

Ilustrasi virus (Foto: BBC World)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Neurology menyatakan anak-anak dengan kondisi serius terkait virus corona dapat mengalami komplikasi jangka panjang. Kondisi serius tersebut kini dikenal sebagai multi-system inflammatory syndrome pada anak-anak  (MIS-C).

 

Mengutip dari Daily Star, MIS-C adalah kondisi langka yang dapat mengancam nyawa. Gejala yang ditimbulkan beragam mulai dari sakit kepala, kelemahan otot, dan tanda-tanda kerusakan otak. Beberapa kasus ditemukan selama atau tidak lama setelah seorang anak terinfeksi virus corona.

 

Dalam kasus parah, gejala demam, ruam kulit, masalah pernapasan, dan penurunan tekanan darah secara tajam dapat menghambat pasokan oksigen bahkan hingga menyebabkan kematian.

 

Sindrom ini diyakini timbul dari akibat respon imun yang lemah terhadap virus, bukan akibat gejala yang disebabkan oleh penyakit. Peneliti studi tersebut telah mengamati 27 anak dengan gejala MIS-C, empat diantaranya memiliki gejala neurologis.

 

Sebagian besar anak-anak tidak mengalami gejala COVID-19 yang serius dan kecil kemungkinan memiliki tanda-tanda mirip flu yang terkait penyakit ini dibandingkan orang dewasa.

 

Tes menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan otak pada corpus callosum, bagian yang membantu keuda sisi organ berkomunikasi satu sama lain. Tapi tidak ada anak yang melaporkan memiliki gejala pernapasan meskipun mereka semua dinyatakan positif virus corona.

 

“Anak-anak dengan COVID-19 dapat mengalami gejala neurologis baru yang melibatkan sistem saraf pusat dan perifer,” sebut para penulis penelitian.

 

Para peneliyi mengatakan setidaknya ada empat anak yang dilaporkan mengalami kerusakan otak sehingga membutuhkan perawatan intensif setelah mengalami syok dan juga harus menggunakan ventilator. Sementara dua anak lain yang mengidap kondisi tersebut pulih sepenuhnya.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar