Bantu Anak Lewati PJJ dengan Terapkan 3 Cara Ini

KomnasAnak.com, NASIONAL - Tidak bisa dipungkiri, pandemi telah mengubah semua tatanan hidup masyarakat. Termasuk anak-anak harus merasakan sulitnya adaptasi pembelajaran jarak jauh. Perubahan kondisi ini tak pelak menimbulkan banyak masalah. Sebut saja tertekan karena PR yang menumpuk setiap hari, stres tidak bertemu teman-teman, sampai prestasi yang menurun.


Untuk itu, diperlukan peran orang tua membimbing dan menemani anak-anak dalam kesehariannya. Agar anak tidak stres, sebaiknya orangtua memaksimalkan tiga peran di rumah, yaitu pola asuh, komunikasi, dan mendampingi belajar.


Terapkan pola asuh

Hal pertama yang harus dipastikan dalam mengasuh anak pada masa adaptasi ini adalah memastikan ketercukupan gizi dan nutrisi. Tujuannya agar anak dapat berkonsentrasi saat pembelajaran daring dimulai.


Orang tua juga perlu mengawasi penggunaan gawai secara bijak. Usahakan untuk mengatur jadwal kapan anak bisa dan tidak bisa bermain gawai. 


Selain itu, penting juga bagi orang tua untuk membatasi intensitas keluar rumah bagi anak. Sebaiknya hindari mengajak atau mengijinkan anak keluar rumah bila tidak benar-benar mendesak. 


Pastikan untuk membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak. Hal ini bertujuan agar anak tidak mudah stres. Ajak anak untuk beristirahat setelah balajar daring atau manfaatkan waktu luang untuk bermain di rumah bersama.


Berkomunikasi dengan guru

Selain menjalin komunikasi dengan anak, orang tua juga harus selalu menjalin komunikasi dengan guru atau wali kelas. Hendaknya sesering mungkin menanyakan informasi tentang perkembangan belajar anak selama PJJ.


Orang tua bisa juga berhubungan dengan orang tua siswa lain untuk berbagi cerita. Atau mengadakan pertemuan virtual untuk membicarakan masalah anak. Jangan lupa mengajak anak ikut berkomunikasi dengan teman-temannya lewat media virtual untuk mengurangi kejenuhan.


Mendampingi anak belajar

Anak-anak, terutama anak kecil sebaiknya tidak di lepas ketika belajar. Orang tua harus mampu memainkan peran sebagai guru utama bagi anak-anak.


Mendampingi pembelajaran anak dapat dilakukan dengan menambah wawasan tentang mata pelajaran dan teknologi yang dimainkan anak. Selanjutnya, orang tua dapat menjadi seorang motivator untuk memberikan semangat.


Jangan lupa membagi peran antara ayah dan bunda. Anak akan mampu beradaptasi lebih baik bila kedua orangtuanya mau bersama-sama mengajari dan memotivasi.


Keterbatasan kemampuan orang tua memang menjadi permasalah tersendiri. Oleh karena itu, memanggil guru les menjadi salah satu pilihan untuk meringankan beban belajar anak. Jika tidak bisa, program edukasi di TVRI dapat membantu memberi pemahaman tentang pelajaran anak.


Pembelajaran daring terlalu lama memang dapat menyebabkan kualitas prestasi anak menurun. Dan hak pendidikan anak menjadi terbengkalai. 


Namun, menggelar pembelajaran tatap muka dalam kondisi puncak pandemi tanpa persiapan matang sama saja mengirim anak ke medan perang tanpa senjata. Untuk itu, diperlukan koordinasi antara orang tua, pendidik, dan pemerintah agar dapat merumuskan kebijakan pembelajaran sesuai kebutuhan anak.

(Penulis: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar