Jaga Penglihatan Anak Saat Pembelajaran Daring

lindungi penglihatan anak dari terlalu banyak menatap layar ponsel (Foto: Liputan6)
KomnasAnak.com, NASIONAL - Metode pembelajaran daring telah membuat anak-anak menatap layar ponsel atau laptop terlalu lama. Hal ini tidak bisa dipungkiri akan menimbulkan masalah mata pada anak.

 

Survei oleh Pew Research Center pada bulan Maret menunjukkan sebanyak 71 persen orangtua (dari 3.640 responden yang memiliki anak usia dibawah 12 tahun) mengaku khawatir karena anak-anak menghabiskan waktu menatap layar lebih lama. Apalagi dengan anjuran berdiam diri di rumah membuat waktu menatap layar elektronik meningkat.

 

Terlalu banyak waktu di depan layar untuk sekolah atau hiburan dapat membuat mata tegang, kelelahan, dan sakit kepala. Para ahli pun menyarankan beberapa cara sederhana bagi orangtua untuk melindungi mata anak-anak pada saat bermain gawai.

 

Jaga jarak aman dari layar

“Secara umum, kita biasanya membaca dari jarak 16 inchi (kurang lebih 40 cm),” kata Dr Millicent Knight, ahli optometri dan juru bicara Global Myopia Awareness Coalition. Namun, belakangan didapati banyak yang melihat layar dari jarak 10 hingga 12 inchi (25 – 30 sm).

 

Pada jarak ini, mata menjadi fokus pada layar, dan bukan lurus ke depan saat melihat sesuatu yang jauh. Setelah beberapa saat, hal ini dapat menyebabkan kelelahan otot mata sampai sakit kepala atau masalah penglihatan.

 

Meskipun belum ada penelitian tentang hubungan antara penggunaan layar dan myopia pada anak, tapi jumlah penderita rabun jauh pada anak terus meningkat.

 

Jika dibiarkan, myopia cenderung meningkat dan mengembangkan penyakit mata lebih serius di kemudian hari, termasuk degenerasi macula miopik, ablasi retina, katarak, dan glaucoma.

 

Teratur istirahat

Knight menyarankan agar orangtua untuk mengikuti aturan 20/20/20, setiap 20 menit menatap objek berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Hal ini akan membantu mata istirahat dan kembali ke posisi aslinya.

 

Perhatikan masalah pada mata

Sakit kepala, berkedip berlebihan, mengucek mata, dan anak merasa lelah atau rewel bisa jadi tanda jika mereka mengalami masalah penglihatan. Untuk itu, disarankan untuk menurunkan tingkat kecerahan layar dan minimalisir penggunaan perangkat di luar ruangan.

 

Mata kering juga jadi pertanda masalah penglihatan. Ketika menatap layar, mata akan berkedip sebanyak 5 sampai 10 kali per menit, mengakibatkan mata kering.

 

Jangan lewatkan pemeriksaan penglihatan

Pemeriksaan sangat penting untuk mengidentifikasi potensi masalah penglihatan anak dan tidak boleh ditunda karena pandemi. Tetap periksa mata anak dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar