Komisioner KPAI Komentari 3 Opsi Kurikulum dari Kemendikbud

KomnasAnak.com, NASIONAL - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mempertanyakan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkait pemberian tiga opsi kurikulum kepada sekolah untuk pelaksanaan KBM di masa pandemi. Menurutnya, hal ini hanya akan menimbulkan kebingungan di lapangan.

 

“Nah, ini kan makin aneh. Tak bisa begitu. Menetapkan tiga kurikulum artinya menerapkan kurikulum yang berbeda-beda. Ini agak membingungkan juga bagi guru,” ujar Retno dalam diskusi daring, Sabtu (7/8).

 

Tiga opsi tersebut adalah sekolah tetap mengacu kepada kurikulum nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau menyederhanakan kurikulum secara mandiri. Keputusan ini diambil untuk memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa.

 

Namun, Retno tidak yakin penerapan kebijakan tersebut bisa berjalan lancar. Pasalnya, bila gur ingin menerapkan kurikulum darurat karena lebih ringan, belum tentu sekolah atau dinas pendidikan setempat setuju.

 

“Misal kemudian sekolah disuruh dinas pendidikan daerah untuk pakai kurikulum 2013 atas nama kualitas pendidikan. Bagaimana caranya sekolah dan guru nolak,” kata Retno.

 

Apalagi kurikulum 2013 disebut Retno cukup berat untuk dipenuhi. Bahkan, sebelum pandemi kurikulum ini sudah terbilang berat. Hasilnya, ketika pandemi COVID-19 sampai dan pembelajaran jarak jauh diterapkan, tugas yang diberikan guru pada siswa menjadi terlalu banyak.

 

Meskipun mengapresiasi kebijakan Mendikbud Nadiem, Retno tetap menilai pemerintah tidak bisa serta merta memberikan kebebasan di masa COVID-19.

 

“Yang kayak begini tetap butuh ketegasan. Hanya boleh berlaku kurikulum yang disederhanakan atau kurikulum situasi darurat di seluruh Indonesia,” ujar Retno.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar