Komnas PA: Kata ‘Anjay’ Dapat Dilaporkan Sebagai Kekerasan Verbal

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menilai kata ‘anjat’ tidak seharusnya digunakan oleh anak-anak (Foto: Detikcom)

KomnasAnak.com, NASIONAL
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memberi tanggapannya soal polemik kata ‘anjay’ yang membuat anak diadukan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menilai kata ‘anjat’ tidak seharusnya digunakan oleh anak-anak.

 

“Nggak boleh, siapapun, becanda sekalipun tapi nilainya merendahkan martabat. Cuma karena ini anak-anak, nanti pendekatan penyelesaiannya tidak seperti orang dewasa,” kata Arist, Jumat (28/8).

 

Kata ‘anjay’, menurut Arist bermakna kasar dan bersifat merendahkan orang lain sehingga memenuhi unsur kekerasan verbal.

 

“Anjay, panggilan kasar gitu kan seperti anjing lu, tapi disingkat jadi anjay, gitu ya,” ujarnya.

 

“Saya kira pandangannya kalau dia memenuhi unsur membuat keresahan dan kekerasan itu merupakan kekerasan verbal. Jadi itu di dalam undang-undang perlindungan anak tidak dibenarkan juga,” imbuh Arist.

 

Dirinya menilai anak yang menggunakan kata ‘anjay’ bisa diadukan ke KPAI. Mengingat, kekerasan verbal juga diatur dalam perundang-undangan.

 

“Contoh konkret elototi aja tanpa melakukan tindakan fisik itu juga sudah termasuk kekerasan. Nah kalau sebutan merendahkan martabat kan itu tidak layak disebutkan apapun istilahnya apakah itu becanda atau apa. Tapi kalau dia nilainya merendahkan martabat aka itu kekerasan verbal. Jadi bisa saja diadukan ke lembaga perlindungan anak karena itu merendahkan,” tuturnya.

 

Arist mengatakan meskipun penggunaan kata ‘anjay’ sebagai gurauan atau candaan, lebih baik dihindari. Menurutnya, akan terjadi beda tafsir antara orang yang memahami dan tidak memahami makna kata ‘anjay’.

 

Sebelumnya, kata ‘anjay’ ramai dibicarakan setelah dibahas oleh artis sekaligus youtuber, Lutfi Agizal di channel Youtube-nya. Bukan hanya membahas, Lutfi juga mengadukan anak yang memakai kata ‘anjay’ ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

 

Mulanya, Lutfi membahas kata ‘anjay’ ini usai disebut oleh Rizky Billar dan Lesti Kejora. Kutfi membuat video khusus yang mendatangkan pakar bahasa hingga psikolog untuk membedah kata ‘anjay’ yang ia yakini bisa merusak moral bangsa. Lutfi sendiri memiliki 186 ribu follower di Instagram dan 2,46 ribu subscriber di Youtube.

 

“Wahai kaum ANJAY. Skakmat kau!!! Bagaikan setan yang kepanasan melihat sebuah edukasi dari bahaya kata ANJAY. INGET INI BARU PART 1 ya!!! Masih ada 5 narasumber lagi (psikolog, lawyer, ustad) soon LSM dan yang lain sudah siap support edukasi ini,” tulis @lutfiagizal di akun Instagram.

 

Lutfi juga melaporkan anak yang memakai kata ‘anjay’ ke KPAI. Dia melampirkan pula surel balasan dari KPAI.

 

“Anak di bawah umur bisa ngomong gini gara-gara apa sih??? Nect generation kita. Apa perlu @kpai_official dan @komnasanak saya kirimi semua materinya? Untuk mengkaji ini?” tulisnya di IG story.

 

“Saya yakin @kpai_official bijak dalam mengkaji hal ini #savenextgeneration,” lanjut Lutfi di IG Story.

Editor: NR

Posting Komentar

0 Komentar