Komnas PA Tak Setuju Rencana Pembukaan Sekolah di Zona Kuning

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menolak rencana pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau
KomnasAnak.com, NASIONAL - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menolak rencana pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau. Menurutnya, tidak ada pihak yang dapat menjamin anak aman dari paparan virus corona.

 

“Apapun alasannya, zona hijau kah, kuning kah, oranye kah, atau warna lainnya. Jangan berlakukan anak sebagai kelinci percobaan atas serangan virus corona,”ujar Arist dalam keternagan persnya, Selasa (11/8).

 

Dia mengatakan perubahan zona dapat terjadi dalam hitungan detik sebelum terdeteksi pemerintah. Menurutnya, memulai pembelajaran tatap muka sama saja dengan tidak memenuhi hak hidup dan hak atas kesehatan yang dimiliki setiap anak.

 

Arist menilai pemerintah seharusnya memberikan perlindungan kepada anak dalam situasi darurat pendidikan. Bukan mencoba sesuatu yang berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak.

 

Dia meminta pemerintah juga mempertimbangkan data banyaknya anak yang positif virus corona. Dari total kasus positif di Indonesia, 8,3 persen diantaranya adalah pasien anak-anak.

 

Dia setuju ada sejumlah persoalan di balik penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Misalnya, 47 persen anak mengaku merasa bosan di rumah, 35 persen khawatir tertinggal pelajaran, serta 20 persen rindu dengan teman-teman.

 

Namun, hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk membuka sekolah meski belum ada vaksin corona. Dia menilai pemerintah seharusnya berusaha membenahi PJJ, bukan kembali membuka sekolah di zona kuning.

 

“Menyiapkan dan memberikan jaringan internet bebas biaya di semua tempat. Bebas dari kuota internet untuk orangtua dan murid. Subsidi dana BOS untuk peruntukan pembelian alat-alat elektronik,” kata Arist.

(Editor: Melina Nurul Khofifah)

Posting Komentar

0 Komentar